Bebas Praktek Prostitusi, MUI Kampar Geram

0
1171

Bangkinang(auramedia.co)- Maraknya Pekerja Seks Komersial (PSK) di Kawasan PLTA Koto Panjang Kecamatan XIII Koto Kampar, membuat Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kampar geram.

Pasalnya, setiap razia yang dilakukan oleh Satpol PP maupun razia gabungan informasinya selalu bocor. Diduga kuat, warung yang yang berada di Kelok Indah Desa Tanjung Alai ini digunakan sebagai tempat maksiat.

Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI) 1 Kabupaten Kampar, ustadz Zulhermis, SH mengatakan keberadaan PSK yang leluasa berkeliaran di Kelok Indah saat ini dan tepat berada di jalan nasional Sumbar-Riau  itu sudah sangat meresahkan masyarakat. Masyarakat Kabupaten Kampar yang notabene dikenal dengan kota serambi mekkah merasa ternodai.

Kepada Tokoh Masyarakat, MUI Kampar menghimbau untuk menolak secara tegas keberadaan tempat maksiat yang sudah sangat masyarakat masyarakat.”Di Kabupaten Kampar, XIII Koto Kampar merupakan salah satu tempat lahirnya para ulama-ulama. Kenapa sekarang daerah ini dinodai dengan adanya praktik prostitusi. Ini sudah keterlaluan,” geramnya kepada wartawan di Bangkinang, Senin sore (25/07).

“Kepada oknum-oknum yang terlibat didalam praktik prostitusi ini, dihimbau agar tidak terlibat lagi dan bermain dalam hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai sila pertama pancasila. Diharapkan oknum-oknum cepat tobat, azab allah itu sangat pedih,” imbuhnya.

“Mari sama-sama kita jadikan Kabupaten Kampar ini serambi mekahnya Riau dengan mensterilkan maksiat seperti praktik-praktik prostitusi yang terjadi saat ini,” pungkasnya.(Andes)