Perusahaan dan Kepala Desa Harus Lebih Kooperatif Masalah Karlahut

0
1101

BANGKINANG-, Auramedia co. Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pemda kampar melaksanakan sistem penanganan Karhutla yang diadakan di Aula Kantor Bupati Kampar, Rabu (31/9) siang.

Rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi sehubungan dengan peran dan tanggungjawab masing-masing pihak dan seluruh komponen tentang sistem penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Rapat Koordinasi ini dipimpin Asisten I Pemda Kampar Ir. Nurahmi MM yang mewakili Bupati Kampar, didampingi Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SiK serta Dandim 0313/ KPR Letkol Kav Yudi Prasetyo.

Turut hadir sejumlah Pejabat lain diantaranya Dan Yon 132/ Bimasakti Salo, Ketua Pengadilan Negeri Kampar dan sejumlah Kepala SKPD Jajaran Pemda Kampar.

Rakor ini diikuti sejumlah Pejabat Utama Jajaran TNI/ Polri dari Kodim 0313/ KPR, Polres Kampar, Yonif 132 Bimasakti serta para Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta Upika se-kabupaten Kampar beserta Kades dan juga perwakilan perusahaan perkebunan yang ada diwilayah kabupaten Kampar.

Rapat dimulai pada pukul 10.00 wib yang dibuka Asisten I Pemda Kampar Ir. Nurahmi MM yang menyampaikan permohonan maaf Bupati Kampar yang tidak bisa menghadiri rakor ini karena sedang mengikuti kegiatan lain.

Setelah pembukaan oleh Asisten I selanjutnya disampaikan paparan oleh Dandim 0313/ KPR tentang kondisi wilayah Kabupaten Kampar saat ini terkait kejadian Karlahut.

Disampaikan Dandim bahwa beberapa hari terakhir di wilayah kabupaten Kampar kembali marak titik api di sejumlah lokasi. Satgas gabungan telah melakukan upaya pencegahan dan penanganan secara masiv tanpa kenal lelah, namun aparat gabungan ini memiliki keterbatasan sehingga tidak semua wilayah terkaver oleh petugas sehingga perlu dukungan dari komponen lain untuk bersama-sama berbuat untuk mengatasi masalah Karlahut ini demi kemaslahatan masyarakat luas.

Sementara itu Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SiK dalam arahannya kepada peserta rakor menyampaikan bahwa penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Kampar pada tahun 2016 ini lebih baik bila dibandingkan beberapa tahun terakhir, ” hal ini tercapai berkat kerja keras semua satgas terkait serta dukungan beberapa pihak atau kelompok masyarakat yang peduli dengan masalah Karlahut ini,” terangnya.

Seharusnya semua komponen, baik dari unsur Pemerintahan Daerah, pihak swasta maupun masyarakat memiliki rasa tanggungjawab untuk mengatasi permasalahan ini, “untuk itu mari bersama melakukan upaya pencegahan dan penanganan awal secara cepat sehingga tidak meluas” harapnya.

Perbuatan pembakaran lahan dan hutan bisa dikategorikan kepada kejahatan kemanusiaan karena memiliki dampak yang luas serta merugikan masyarakat banyak. “Untuk itu sekali lagi dihimbau kepada kita semua untuk bersama memerangi Karlahut agar tidak ada lagi bencana kabut asap di daerah kita” ungkap Edi.

Instansi terkait maupun perusahaan yang belum berperan dalam masalah Karlahut, “diminta untuk proaktif berbuat dan bekerja sama dengan satgas yang ada dalam penanganan Karlahut ini” terangnya.

Kapolres Kampar juga meminta kepada para Kepala Desa untuk bertindak sebagai pemimpin dalam pelaksanaan 3 pilar utama tingkat dasar dalam penanganan Karlahut, “karena Kepala Desa merupakan penanggung jawab wilayah serta kehidupan masyarakatnya” harapnya lagi.

Dalam Rakor ini juga dilakukan sesi tanya jawab oleh beberapa peserta kepada pimpinan rapat, sejumlah pertanyaan berkaitan masalah karlahut disampaikan dan ditanyakan kepada pimpinan rapat yang langsung sebagai nara sumber.

Pada intinya dalam Rakor ini sesuai themanya bahwa semua komponen dapat menyamakan persepsi, bahwa masalah Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang harus diatensi dan ditangani bersama-sama.(**)