Masyarakat Ingin Pemimpin Yang Memahami Jeritan Tangis

0
1399

Bangkinang Kota (auramedia.co)Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kampar yang saat ini sudah masuk pada tahap kampanye paslon Bupati dan wakil Bupati Kampar periode 2017-2022. Tinggal hitungan bulan, tepatnya 15 Februari masyarakat Kampar akan menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani. Masyarakat berharap agar nantinya pemimpin yang terpilih, benar-benar pemimpin yang mengerti dan memahami jeritan tangis masyarakat.

Kepada wartawan, Senin (07/11), Edi yang menempati kios blok B Plaza Bangkinang mengakui rendahnya proses jual beli. Sudah 4 tahun dirinya menempati kios tersebut. “Tahun pertama memang menjanjikan disini jual belinya bang, transaksi jual beli perhari diluar hari pasar bisa mencapai Rp500-600 ribu bang. Kalau hari pasar bisa mencapai Rp 1 juta,” akuinya.

Lebih lanjut Edi mengakui proses jual beli yang menjanjikan itu hanya berlangsung di tahun pertama saja. Di tahun kedua , ketiga dan keempat proses jual beli di lantai dasar Plaza Bangkinang ini mulai lesu.

“Jangankan jual beli Rp500 ribu lagi bang, Rp200 ribu aja sudah susah ,” keluh Edi.

Oleh karena itu, sebagai pedagang yang sudah lama mengadu nasib di Pasar Impres Bangkinang, Edi berharap agar pemimpin kedepan benar-benar memperhatikan dan memahami penderitaan masyarakat khususnya pedagang . Karena menurutnya, hanya pemimpinlah yang bisa mencarikan solusi kesulitan dan memahami penderitaan rakyat yang dipimpinnya,” harapnya.

Sementara itu, Nanda warga Bangkinang yang kesehariannya berkedai kecil didepan rumahnya mengakui sulitnya ekonomi masyarakat membuat proses jual beli diwarungnya sangat sepi. “Kebanyakan orang berbelanja hanya meninggalkan bon. Tidak dikasih bon kasihan pula kita. Kalau semuanya ngutang mungkin warung ini akan tutup pula, kehabisan modal,” cetusnya.

Nanda berharap agar nantinya Bupati Kampar kedepan benar-benar pemimpin yang mengerti dengan keadaan rakyatnya. Bukan pemimpin yang bisa berjanji manis saat berkampanye saja.

Penulis : Andesmen Putra