Sawir Hamid: Azis-Catur Untuk Kedamaian Dan Kejayaan Kampar

0
910

Tapung Hulu (auramedia.co) – Guna mengembali kejayaan Kampar yang pernah mendapatkan penghargaan dari pusat, para tokoh masyarakat Kampar berharap Azis Zaenal dapat memimpin negeri serambi Mekkah. Azis diharapkan dapat memberikan ketenangan dan kedamaian terhadap kehidupan ditengah masyarakat Kampar.

Demikian disampaikan tokoh masyarakat Kampar yang juga mantan Bupati dan Sekda Kampar, Sawir Hamid dihadapan masyarakat Tapung Hulu saat kampanye dialogis pasangan H. Azis Zaenal, SH.MM dan Catur Sugeng Susanto, SH, (12/11) di Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu.

Lebih lanjut Sawir Hamid mengatakan, Kabupaten Kampar pernah mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten percontohan otonomi untuk Indonesia. Kabupaten Kampar juga bisa membawa dan menerima seluruh etnis, suku dan agama hidup dinegeri tercinta ini, ungkap Sawir Hamid.

Tokoh masyarakat Riau yang juga memiliki pengalaman di bidang birokrasi tersebut juga menjelaskan,  bahwa para tokoh masyarakat Kampar telah melakukan musyawarah di hotel Ibis Pekanbaru untuk menentukan siapa yang bakal diberikan amanah memimpin Kabupaten Kampar ke depan. Para tokoh sepakat memberikan kriteria calon pemimpin Kampar. Diantara kriteria yang disepakati adalah seorang calon bupati yang memiliki kesiapan. Yakni siap kejujurannya, siap dirinya, dan siap kemampuan finansialnya (modal), ungkap Sawir Hamid.Azis tapung

Dihadapan masyarakat Tapung Hulu Sawir Hamid mengatakan, berdasarkan kriteria tersebut, maka Azis Zaenal memiliki semua kriteria yang diharapkan para tokoh masyarakat Kampar tersebut. Sehingga para tokoh sepakat untuk memberikan dukungan kepada Azis Zaenal. Dan saya diutus untuk membantu Azis Zaenal, ungkap Sawir.

Sawir Hamid mengatakan, Azis Zaenal sosok pemimpin yang jujur. Azis Zaenal diyakini dapat menyatukan masyarakat Kampar dan terhindar dari perpecahan. Azis Zaenal sosok pemimpin yang berpihak kepada masyarakat, ungkap Sawir.

Hal yang terpenting ditegaskan, bahwa Azis Zaenal calon bupati yang tidak berharap kepada bantuan orang lain untuk modal kampanye dan modal untuk mencari simpati masyarakat. Karena jika seorang calon memakai modal orang lain, maka seorang calon tersebut wajib membayar bantuan yang diterimanya jika menjadi bupati nantinya. Sehingga bupati tersebut akan mudah diintervensi untuk kepentingan pribadi dan golongan tertentu. Sehingga hak-hak dan kepentingan masyarakat terabaikan, ungkap Sawir.(**)