6 Milyar Dana Desa di Kampar Habis Untuk Bimtek dan Refreshing Pejabat serta Aparatur Desa

0
5714

Bangkinang (auramedia.co) – Diduga 6 milyar lebih dana desa di Kampar habis untuk kegiatan jalan-jalan yang dirangkai dalam kegiatan Bimtek bagi Kades, Sekdes dan BPD se Kabupaten Kampar. Kegiatan serupa diduga juga akan dinikmati oleh para bendahara desa se Kampar. Kepala BPMPD Kampar menyatakan, bahwa kegiatan tersebut murni dari keinginan pihak desa yang sudah melakukan rapat akbar.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Kampar, Surya Budhi, SH melalui telepon selulernya 081267420XXX , (16/11) kepada wartawan mengatakan, bahwa kegiatan BImtek tersebut murni dari keinginan pihak desa. BPMPD hanya sebagai fasilitator dan kordinasi saja. Tidak ada niat dari BPMPD Kampar untuk mencari kuntungan dari kegiatan yang menghabiskan dana desa tersebut.

Salah seorang Kepala Desa (Kades) di Kampar yang namanya enggan disebutkan mengatakan, bahwa untuk kegiatan Bimtek tersebut, desa dikenakan biaya sebesar Rp. 14.000.000,- untuk keberangkatan  Kades, Rp. 8.000.000,- untuk keberangkatan Sekdes dan Rp. 8.000.000,- lebih untuk keberangkatan BPD. Penganggaran tersebut menggunakan anggaran desa yang disetorkan kepada panitia yang dikordinasikan dengan BPMPD, ungkap Kades tersebut.

Sementara itu, Ketua BEM STKIP Tuanku Tambusai Bangkinang, Fera Lisa melalui media berharap agar kegiatan Bimtek tersebut di evaluasi. Kalau benar tujuannya untuk Bimtek, apa salahnya kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampar tanpa menghabiskan biaya yang besar. Sehingga biaya untuk Bimtek tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan desa sebagaimana sasaran kebijakan Jokowi- JK untuk memajukan desa dengan memberikan anggaran desa yang besar, ungkap Fera yang baru saja pulang dari Musda BEM se Riau ini.

Lebih lanjut Fera menegaskan, bahwa BEM se Riau khususnya Bem dibawah  Korda Kampar  akan selalu melakukan pengontrolan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintah dan penggunaan anggaran pemerintah yang hakikatnya adalah uang rakyat tersebut. Kami akan selalu berupaya untuk membersihkan negeri ini dari praktek Korupsi dan pungli. Kita berharap anggaran pemerintah semata-mata dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat bagi penyelenggara pemerintah, ungkap Fera.

Sementara itu, Surya Budhi juga menjelaskan, bahwa kegiatan Bimtek yang dilaksanakan di luar daerah seperti ke Bali tersebut , bertujuan agar para peserta Bimtek bisa lebih fokus untuk menimba ilmu dan materi Bimtek. Selain untuk alasan konsentrasi, Bimtek di luar daerah juga untuk memberikan refreshing bagi Kades, sekdes dan BPD yang memiliki tanggungjawab yang besar terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, ungkap Surya Budhi.(Tim AMC)