Kades Tanjung Berulak Diminta Kembalikan Dana Desa

0
1086

Tanjung Berulak (auramedia.co)– Penggunaan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa dan kepentingan masyarakat namun dalam pelaksanaannya banyak ditemukan penyimpangan dan penyalahgunaan dana tersebut.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya temuan dari hasil pemeriksaan Tim Inspektorat Kabupaten Kampar terhadap beberapa desa di Kabupaten Kampar yang diduga melakukan penyalahgunaan anggaran tersebut.

Sebut saja, Desa Tanjung Berulak Kecamatan Kampar. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Tahun 2015 Nomor 129/LHP/INSP/III/2016 pada tanggal 31 Maret 2016 tentang Laporan Hasil Pemeriksaan dengan jumlah dana yang harus dikembalikan sebesar Rp 20.100.000 ( Dua puluh juta seratus ribu rupiah).

Berdasarkan LHP tersebut, Inspektorat Kabupaten Kampar merekomendasikan kepada Camat Kampar agar memerintahkan secara tertulis kepada Kepala Desa Tanjung Berulak untuk mengembalikan dana tersebut sebesar Rp 20.100.000 (dua puluh juta seratus ribu rupiah ) ke Kas Desa Tanjung Berulak dijadikan SILPA tahun 2015 dan menyampaikan bukti setor ke Inspektorat Kabupaten Kampar sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Saat dikonfirmasi auramedia.co, Selasa (22/11) di Air Tiris mengenai hal tersebut, Kepala Desa Tanjung Berulak Adrian, S.TP membenarkan adanya temuan tersebut. “Untuk pengeluaran yang belum didukung bukti yang lengkap dan sah  35.060.000,00 adalah merupakan SPPD bukan merupakan angka dan ini merupakan SPPD Kepala Desa yang lama. Dan inipun sebagian dari SPPD ini sudah di selesaikan oleh bendahara, namun memang semuanya belum selesai,” ujar Adrian.

Sedangkan untuk SPPD saya selam saya menjabat ini sudah saya selesaikan yang berjumlah Rp 1.700.000,00. Untuk SPPD yang belum diselesaikan kami sudah membuat perjanjian dengan pihak Inspektorat dan harus diselesaikan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2016,” tambahnya.

Dan mengenai item-item yang lain seperti PPN, kelebihan pembayaran listrik kantor dan kelebihan pembayaran Rp 20.100.000 itu terselesaikan. Buktinya DD tahap ke 2 sudah cair,” tutup Adrian. (TIM AMC)