Program KB Punya Sektor Peningkatan Ekonomi Keluarga

0
752
Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Kampar, Edi Aprizal
Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Kampar, Edi Aprizal

Bangkinang (auramedia.co) Program Keluarga Berencana (KB) adalah program pemerintah untuk merencanakan keluarga yang sejahtera dengan program cukup dua anak saja. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Kampar, Edi Aprizal kepada wartawan diruang kerjanya, Jumat (25/11/2016).

“Pencapaian program KB yang telah ditargetkan BKKBN  65%  hingga akhir September pencapaian program ini mencapai 60%. Dan insyaallah hingga akhir tahun ini bisa terpenuhi sesuai dengan jadwal perencanaan semula, namun dengan adanya pengurangan anggaran dari APBD ada program yang dirasionalisasikan (disesuaikan) dan sudah sudah direalisasikan sudah 20%,” ujarnya.

Edi menambahkan dalam pencapaian program KB ini  ada kendala yaitu metode kontrasepsi jangka panjang. Hal ini dikarenakan masyarakat berasumsi program KB hanya untuk para perempuan saja, padahal program KB ini juga ditujukan untuk kaum pria dan pencapaiannya masih sangat rendah didaerah kita ini hanya berkisar 0,2%.

Edi menilai hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya program KB ini yang bukan hanya untuk perempuan melainkan pria juga dianjurkan untuk ikut program KB tersebut.

“Kami dari BKBPP telah melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya program KB ini, namun dirasakan memang belum optimal karena tergantung anggaran yang tersedia. Khusus program KB untuk perempuan sudah cukup baik. Dibandingkan dengan masyarakat local, animo masyarakat pendatang lebih tinggi untuk ikut program KB,” tambahnya.

Lebih Lanjut, Edi menjelaskan bahwa program KB bukan program untuk dua anak saja. Program KB juga menitikberatkan ke sektor peningkatan ekonomi yang disebut dengan ketahanan keluarga dengan memberikan pelatihan ataupun keterampilan kepada keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera satu, seperti keterampilan jahit menjahit, menyulam dan keterampilan lainnya,” jelasnya.(Andes)