Disperindag Kampar Gelar Kampanye Pasar Aman Bersama BBPOM Pekanbaru

0
801

Bangkinang (auramedia.co) – Guna memberikan kenyamanan dan kesehatan bagi masyarakat Kampar  agar terhindar dari bahan pangan berbahaya, Disperindag Kampar bekerja sama denganB BPOM Pekanbaru gelar kegiatan kampanye pasar aman dari bahan berbahaya. Kegiatan tersebut juga melibatkan dari dinas kesehatan Kabupaten Kampar.

Kasi Distribusi Peredaran Barang Disperindag Kampar, Sostrajaya didampingi Kasi Pengawasan Barang Beredar dan Perlindungan Konsumen, Susan Amerasiani, SP kepada wartawan disela kegiatan kampanye pasar aman dari bahan berbahaya, (30/11) di Pasar Impres Bangkinang  mengatakan, bahwa kegiatan kampanye dilaksanakan dalam upaya memberikan kenyamanan dan keamanan kesehatan bagi masyarakat sebagai konsumen dari bahan pangan. Disperindag Kampar berharap agar makanan dan produk yang yang dijual di pasar terbebas dari bahan berbahaya, ungkap Sostrajaya.

Sementara itu, Fungsional BBPOM Ahli Muda Pekanbaru, Uly Mandasari, S. Farm.A.Pt  kepada wartawan megatakan, bahwa saat ini penyalahgunaan (misuse) bahan berbahaya masih ditemukan dalam pangan, terutama pangan industry rumah tangga dan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan disinyalir karena terbatas dan minimnya kepedulian masyarakat terhadap keamanan pangan khususnya bagi masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah. Beredarnya bahan pangan berbahaya juga karena kemudahan memperoleh bahan berbahaya, harag bahan berbahaya relative murah, dan efek atau danpak tidak terlihat langsung/dirasakan, sehingga menjadi faktor penguat keengganan pelaku usaha pangan untuk mengubah cara produksinya, ungkap Uly didampingi beberapa orang petugas dari BB/BPOM Riau.

Lebih lanjut Uly Mandasari mengatakan, bahwa dipilihnya pasar sebagai tempat gelar kegiatan kampanye pasar aman dari bahan berbahaya, karena pasar merupakan simpul penting dalam rantai peredaran bahan berbahaya yang disalahgunakan untuk pangan industry rumah tangga pangan, termasuk pengolah PJAS. BPOM berharap masyarakat terhindar dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna non pangan (misalnya kuning metanil, rodamin b, amaran, auramin) yang terjual bebas di pasar –prasar tradisional, ungkap Uly.

melalui media Uly menjelaskan, bahwa bahan yang mengandung Formalin secara umum lalat tidak mau mendekat, bau menyengat, dan terasa pedih di mata. pada ikan basah yang mengandung Formalin biasanya daging ikan kenyal, insang berwarna merah tua, (bukan merah segar), awet dan tidak mudah busuk beberapa hari, warna mengkilap, tak ada lendir, keras dan padat bila ditekan dengan jari, berbau asam, dan sayatan daging berwarna pucat kusam. sementara pada tahu yang mengandung formalin biasanya berbentuk sangat bagus, kenyal, tidak mudah hancur dan busuk. pada mie basah yang mengandung formalin biasanya awet beberapa hari dan tidak mudah basi, tidak lengketdan mie lebih mengkilap dari mie normal, ungkap Uly menjelaskan beberapa ciri makanan yang mengandung formalin.

Uly juga mengatakan, bahwa hasil tes labor terhadap makanan dan produk yang beli masyarakat akan segera dikeluarkan. Bahan dan produk-produk yang memakai bahan berbahaya akan kita amankan dan bagi penjuual kita minta untuk berhenti menjual bahan dan produk-produk yang memakai bahan berbahaya tersebut. Bahan berbahaya yang dikonsumsi masyarakat akan memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat kita, ungkap Uly.

Dari pantauan wartawan,  kegiatan kampanye pasar aman dari bahan berbahaya juga diikuti oleh dinas kesehatan Kampar. Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Seksi Farmakmin dan Alkes, Poppy Rahmadini, SKM, Kepala UPTD Puskesmas Bangkinang Kota, Dr. Elvi Yanti didampingi staf Bagian Industri Rumah tangga. Masyarakat juga terlihat antusias melihat dan mengikuti Kegiatan kampanye pasar aman dari bahan berbahaya tersebut.(**)