Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Bangkinang Kota Mulai Bersatu Menangkan Azis-Catur

0
793

Bangkinang Kota(auramedia.co) – Para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Bangkinang Kota mulai bersatu menangkan pasangan Azis-Catur. Kemenangan Azis-Catur untuk mengembalikan kejayaan Kampar dan kesejahteraan masyarakat.

Tokoh masyarakat Bangkinang Kota yang juga mantan lurah Bangkinang, Syarif dalam sambutannya pada Kampanye dialogis pasangan H. Azis Zaenal, SH.MM dan Catur Sugeng Susanto, SH, (20/12) di Bangkinang Kota mengatakan, bahwa pasangan Azis-Catur merupakan pasangan yang lebih baik. Lima Paslon yang maju pada Pilkada Kampar semuanya adalah baik, namun pasangan Azis-Catur merupakan pasangan yang terbaik, ungkap Syarif.

Sementara itu, Ketua DPRD Kampar yang juga merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kampar, Ahmad Fikri, S.Ag dalam orasi politiknya mengatakan, bahwa tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, pengusaha dan para kontraktor sudah mulai bersatu memenangkan pasangan Azis-Catur.

Fikri juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Kampar untuk mendukung dan memenangkan pasangan Azis-Catur. Pasangan Azis-Catur telah berkomitmen akan bersama-sama untuk membangun Kampar. Azis-Catur akan selalu meminta saran kepada seluruh stakeholder pembangunan dalam setiap membuat kebijakan, ungkap Fikri.

Sementara itu, Tokoh muda Kampar yang juga kader terbaik Partai Gerindra Kampar, Muhammad Faisal, ST mengatakan, bahwa saat ini Kampar dalam kondisi yang sangat tertinggal. Kampar sebagai negeri beradat mesti bersih dari korupsi dan intimidasi (tekanan).

Lebih lanjut Faisal mengatakan, bahwa Kabupaten Kampar butuh sosok pemimpin yang beragama demi masa depan anak-anak dan generasi muda Kampar. Jika pasangan Azis-Catur menang, maka kami jamin tidak adalagi intimidasi terhadap PNS dan Pasar akan bebas dari Pungli, tegas Faisal.

Sementara itu, mantan Bupati dan Sekda Kabupaten Kampar, Sawir Hamid dengan tegas mengatakan, bahwa Kabupaten Kampar saat ini menjadi sorotan KPK yang sudah berkantor di Riau. Oleh karena itu calon Bupati yang dipilih mesti calon bupati yang bersih dari korupsi. “Jan pilio (jangan pilih) mantan Napi, terpidana dan orang yang pernah masuk penjara”, ungkap Sawir.

Lebih lanjut Syawir Hamid menjelaskan, bahwa jangan sampai masyarakat Kampar memilih calon bupati yang meminta bantuan kepada orang lain untuk maju sebagai calon bupati, karena jika menjadi bupati dipastikan yang bersangkutan akan korupsi untuk mengembalikan bantuan tersebut, ungkap Sawir. (**)