Kadisdik Kampar Minta Forum Komite Kampar Berhenti Melakukan Pendataan

0
1710

Bangkinang Kota (auramedia.co) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Kampar, Dr. H. Nasrul Zein, M. Pd meminta kepada Ketua Forum Komite Kabupaten Kampar, Syamsul Hidayat agar sesegera mungkin berhenti melakukan pendataan guru honorer yang dijanjikan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Menurutnya, Dinas sampai hari ini sudah resah dengan hal ini. Apalagi informasinya  formulir dikenakan biaya sampai Rp 20 ribu. “Kalau yang dia sampaikan itu benar, kita pasti akan dukung  dan ini sudah meresahkan apalagi ada aturan untuk mengangkat menjadi PNS itu tidak terlepas dari pemerintah daerah. Kalupun nantinya mereka diangkat menjadi PNS tanpa sepengetahuan pemda, dari dana mana mereka akan digaji,” ujar Nasrul kepada auramedia.co saat ditemui disela-sela kesibukannya, Selasa (10/01).

Nasrul menambahkan, kegiatan-kegiatan seperti itu biasanya susah dipertanggungjawabkan.  Makanya kami sudah sampaikan ke UPT  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan tambang untuk menindaklanjuti bahkan ke seluruh UPTD, dan ini sudah kita surati agar UPTD menindaklanjuti kesekolah dan ditembuskan ke Kapolsek,” jelasnya.

Untuk itu, Nasrul menghimbau kepada seluruh UTPD agar menyampaikan kepada seluruh Guru Tenaga Honorer bahwa pendataan tersebut bukan pendataan yang dilakukan oleh Dinas P dan K melainkan pendataan yang dilakukan oleh Organisasi Komite Nasional. Seandainya Guru Tenaga Honorer tetap melakukan pendataan dan dikemudian hari ditemukan permasalahan, maka hal tersebut bukan tanggungjawab dari dinas,” tutur Nasrul.

Sementara itu, Ketua Forum Komite Kabupaten Kampar, Syamsul Hidayat kepada auramedia.co mengatakan, bahwa pendataan yang dilakukannya murni untuk memperjuangan kawan-kawan honorer agar bisa diangkat menjadi PNS. Dia mengakui bahwa pendataan ini bukan dari dinas P dan K dan dinas pun tidak ada melarang kami. Dan kami pun akan terus memperjuangkan aspirasi ini,” jelasnya.(Andes)