2 Organisasi Wartawan Kampar Kecewa Terhadap Kegiatan Bailiu Sampan

0
1380

Bangkinang Kota(auramedia.co) – Kegiatan “Bailiu Sampan” mesti dilakukan evaluasi. Kegiatan event pariwisata yang tidak melibatkan media menjadi pertanyaan besar. Dua Organisasi wartawan di Kampar kecewa karena program tidak terkelola secara baik.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar, Aprizal, SE mempertanyakan tujuan kegiatan “bailiu sampan” yang di selenggarakan pada (04/02) di sepanjang Sungai Kampar. Aprizal bahkan mempertanyakan siapa pelaksana dalam kegiatan tersebut.

Kepada wartawan, (04/02) di Bangkinang Aprizsl mengatakan, bahwa kehiatan “bailiu sampan”, terkesan sebagai kegiatan siluman. Kalau kegiatan itu dilaksanakan oleh masyarakat, mungkin ini kegiatan yang perlu kita dukung dan perlu kita kembangkan. Karena kegiatan ini bisa kita kemvangkan sebagai event wisata Kampar. Tetapi jika kegiatan ini di taja oleh Pemda dengan memakai uang rakyat, maka ini perlu kita pertanyakan, ungkap Aprizal.

Lebih lanjut Aprizal mengatakan,  bahwa kegiatan yang dilaksanakan pemerintah mesti terukur dan memiliki tujuan yang jelas. Kita mempertanyakan apa yang menjadi tujuan dari kegiatan bailiu sampan tersebut. Kalau tujuannya untuk pengembangan wisata, mengapa tidak melibatkan media atau wartawan. Bukankah untuk mengembangkan pariwisata butuh publikasi yang kuat?, ungkap Aprizal. Tidak dilibatkannya media pada kegiatan yang bernuansa budaya ini, membuat pertanyaan besar kita dari kalangan wartawan. “Panitia jangan takut kepada media. Tidak mungkin anggaran yang dihabiskan akan disorot wartawan”, kesal Aprizal.

Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Wartawan Kampar, Abu Bakar BN. Kepada wartawan, Abu Bakar mengatakan, kenapa kegiatan bailiu sampan tidak ada melibatkan wartaean. Paling tidaknya pemberitahuan. Kalau ada pemberitahuan, wartawan akan datang dan meliput kegiatan yang bisa kita manfaatkan untuk event pariwisata tersebut.

Abu Bakar juga bertanya, apakah panitia pelaksana takut kepada wartawan. Karena nanti jika wartawan tahu sumber dana dan jumlahnya berapa, akan menjadi persoalan bagi oknum yang bermain. Kalau pemikiran panitia seperti itu, maka saya tegaskan, bahwa “fungsi wartawan tidak hanya mencari kesalahan anda”, tegas Abu Bakar.

Kepada media Abu Bakar juga mengatakan, bahwa kegiatan bailiu ini terkesan dilaksanakan secara tersembunyi. Jika kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemda, maka seyogyanya kegiatan ini diberitahukan kepada khalayak ramai atau masyarakat. Jangan terkesan lagi, pemerintah melaksanakan program hanya untuk melengkapi SPJnya saja, ungkap Abu Bakar.

Menurut pantauan auramedia.co, kegiatan bailiu sampan tidak banyak diketahui oleh masyarakat yang tinggal ditepi sungai Kampar. Salah seorang masyarakat Rimbio yang tinggal di tepi sungai Kampar, Mamak Syai kepada wartawan mengaku tidak mengetahui kegiatan bailiu sampan tersebut. “Saya tidak tahu dengan adanya kegiatan bailiu”, ungkap mamak Syai.

Sementara itu, Penjabat Bupati Kampar, Syarial Abdi hingga berita ini dinaikkan belum dapat dikonfismasi. Melalui seluler pribadinya 0812751xxx, Syarial Abdi belum dapat diminta penjelasan terhadap pelaksanaan kegiatan bailiu sampan tersebut. (**)