Dugaan Pidana Pemilu di Tapung Hilir Diteruskan Ke Sentra Gakkumdu

0
757

Bangkinang Kota – Panwas Kampar menilai perkara penemuan Sembako yang melibatkan salah satu RT di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Tapung Hilir beberapa hari yang lalu diduga tergolong pidana Pemilu. Panwas meneruskan perkara tersebut ke sentra Gakkumdu.

Kepada wartawan, (08/02) anggota Panwas Kabupaten Kampar, Zainul Azis, S. Ag mengatakan, bahwa Panwas Kampar akan meneruskan pelanggaran ke sentra Gakkumdu. Karena hasil kajian dari 3 orang Panwas Kabupaten Kampar, bahwa persoalan tersebut adanya dugaan terjadi pidana pemilu. Hal ini bersasarkan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2015, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan wali kota menjadi Undang-Undang. Pada pasal 73 ayat (4) disebutkan, bahwa selain calon atau pasangan calon, anggota partai politik, tim relawan, atau pihak lain juga dilarang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung,”ungksp Zainul.

Sementara itu, PPL Desa Tebing Tinggi, Irham didampingi Panwas Kecamatan Tapung Hilir, Habibi kepada wartawan menjelaskan, bahwa temuan Panwas berawal dari laporan masyarakat adanya pembagian Sambako dari salah satu tim sukses Paslon. Setelah mendapatkan informasi tersebut, PPL didampingi kanit Intel mendatangi rumah salah seorang RT di Desa Tebing Tinggi. Karena dari keterangan masyarakat, Sambako tersebut dibagikan oleh pak RT yang bersangkutan. Kepada Panwas RT tersebut mengaku, bahwa sambako itu dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu.

Namun ketika ditanya oleh PPL dari mana asal Sambako tersebut, RT bersangkutan mengaku, bahwa Sambako itu diambil dari rumah salah seorang masyarakat.
Panwas bersama Kanit Intel kemudian mendatangi rumah masyarakat yang disebut oleh RT. Ketika dikonfirmasi, masyarakat yang dimaksud mengatakan, bahwa dia juga tidak tahu dengan keberadaan Sambako tersebut. Karena ketika Sambako datang, masyarakat tersebut mengaku tidak berada di rumah. Yang berada dirumahnya adalah keponakannya yang memiliki rumah didekat rumahnya.

Kemudian Panwas bersama Kanit Intel mendatangi rumah keponakaan masyarakat tersebut. Kepada Panwas didampingi Kanit intel keponakan masyarakat tersebut juga mengaku tidak tahu dengan keberadaan Sambako tersebut.

Dan saat ini, temuan PPL bersama Panwascam Tapung Hilir sudah kita laporkan kepada Panwas Kampar. (**)