Wartawan Kecam Panitia Debat Publik Pilkada

0
1006

SIAK HULU(auramedia.co) – Debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Kampar di Hotel Labersa menyisakan luka bagi kalangan wartawan yang selalu bertugas di wilayah Kabupaten Kampar. Pasalnya banyak wartawan tak bisa masuk ke arena debat karena tidak mengantongi ID card khusus yang disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar.

KPU Kampar ketika diprotes sejumlah wartawan berdalih bahwa mereka telah menyerahkan ID card kepada Event Organizer (EO).

Dari pantauan wartawan, sejumlah wartawan tampak gusar, gelisah dan kecewa ketika acara segera dimulai. Belasan wartawan dari Bangkinang telah berdatangan sejak usai sholat maghrib. Mereka saling bertanya kemana ID card bisa didapatkan. Ketika ditanya kepada EO yang menggunakan seragam hitam dari Riau Televisi menyebutkan bahwa ID card terbatas. Dari penelurusan wartawan, mereka banyak menyerahkan kepada wartawan yang bertugas di wilayah Pekanbaru.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Aprizal pun tertahan di pintu masuk dan ia sempat mencak-mencak dan merasa kecewa dengan KPU Kampar karena tak membicarakan dengan PWI Kampar. “Selaku wartawan yang bertugas di Kampar kita merasa kecewa karena KPU Kampar tidak menghargai wartawan di Kampar. Ini adalah gawe kita Kampar. Masa kita ingin meliput tidak bisa masuk dan mutlak harus pakai ID card yang diserahkan ke EO, apa salahnya berkoordinasi dengan kita. Ini namanya menghalangi peliputan,” tegas Aprizal.IMG-20170209-WA0000

Menurut Aprizal, ini harus menjadi pelajaran kedepan karena debat publik harus dipublikan secara luas kepada masyarakat Kabupaten Kampar apalagi nonton bareng tak jadi dilaksanakan KPU Kampar di beberapa titik. “Dengan banyaknya wartawan lokal yang bertugas di Kampar bisa masuk ke dalam maka akan semakin banyak berita beredar di masyarakat mengenai jalannya debat ini. Tapi kita merasa heran kenapa wartawan kok dibuat susah seperti ini,” ucap Aprizal kecewa.

Beberapa wartawan mengaku bahwa mereka harus mengelabui petugas di pintu masuk dan polisi untuk bisa masuk ke ballroom Hotel Labersa dengan melewati lobi hotel di bagian depan. “Saya juga nggak dapat ID card tadi, saya masuk dari depan, sampai di dalam baru jumpa EO dan katanya ID tinggal satu,” ujar Nando, wartawan Tribun Pekanbaru.

Sebagian wartawan juga mengaku terpaksa meminjam ID card untuk undangan bukan, tidak untuk pers seperti yang dilakukan Sekretaris PWI Kampar Akhir Yani. Bahkan Akhir Yani sejak siang sudah berupaya menghubungi Ketua KPU Kampar Yatarullah untuk berkoordinasi agar wartawan dari Kampar bisa masuk seluruhnya dan menanyakan bagaimana proses untuk bisa wartawan masuk sehingga tak terjadi permasalahan ketika di lapangan namun panggilan telepon tak pernah diangkat Yatarullah.

Anggota KPU Kampar Dahlan kepada wartawan ketika ditanya mengenai kekeliruan dalam hal peliputan debat publik mengaku bahwa untuk peliputan debat publik KPU Kampar menyerahkan kepada EO sebagai penyelenggara. “Kami sudah kasih ID card untuk wartawan kepada EO, silakan diambil sama mereka,” ucap Dahlan.

Sementara Ketua KPU Kampar Yatarullah ketika ditanya sistem peliputan usai acara debat dan diberitahu bahwa wartawan dari Kampar banyak yang kecewa menjawab minta maaf dan saat itu tak bisa diwawancara panjang lebar karena akan diwawancara wartawan dari televisi lokal.

Kekecewaan juga dirasakan para pendukung yang masuk ke arena debat publik karena KPU Kampar juga tergolong pelit soal konsumsi terutama air minum. Banyak pendukung mengaku kehausan karena tidak ada lagi air mineral di dalam ruangan debat publik. Selain air mineral KPU tampaknya menyediakan snack sangat terbatas.(rls/ndEz)