Niat Baik Pengusaha Sukses Salo Disalah Artikan

0
2579

Salo Timur(auramedia.co) – Karena tidak tepat waktu, niat baik pengusaha Sukses Putra Salo membantu masyarakat terpaksa tertunda. Ribuan paket Sembako yang telah disediakan untuk masyarakat kurang mampu terpaksa tertahan, karena ribuan sambako tersebut dikaitkan oleh segelintir orang dengan pemilihan kepala daerah Kampar pada 15 Februari yang akan datang.

Pengusaha sukses putra Asli Salo, H. Hasan Basri (UJK) kepada wartawan, (12/02) di Salo Timur Kecamatan Salo mengatakan, bahwa ribuan Sembako tersebut merupakan miliknya dan untuk dibagikan kepada masyarakat kurang mampu yang ada di wilayah Salo.

Lebih lanjut Hasan Basri menjelaskan, bahwa kegiatan pemberian Sembako merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakannya. Kegiatan ini merupakan sedekah yang biasa saya lakukan. Biasanya, saya mengundang masyarakat untuk makan bersama dan memberikan bantuan apa adanya, ungkap UJK sapaan akrapnya.

Kepada wartawan UJK mengaku terkejut, niat baiknya untuk membantu masyarakat kurang mampu disalah artikan oleh orang-orang yang tidak diketahuinya. Sehingga tumpukan Sembako tersebut dilaporkan oleh orang yang tidak diketahinya tersebut ke Panwaslu. Pada akhirnya Panwaslu didampingi personil kepolisian bekerja sesuai aturan. Sehingga dari malam tadi, gudang Sembako tersebut dijaga ketat oleh Panwaslu dan pihak kepolisian.

UJK menambahkan, demi menjaga keamanan dan kedamaian, serta ketenangan kita dalam menghadapi Pilkada Kampar, saya menyerahkan kebijakan sepenuhnya kepada pihak Panwas dan kepolisian. Mau mengamankan atau membawa Sembako ini ke suatu tempat silahkan. Karena saya sengaja belum membagikan Sembako ini agar tidak terjadinya kesalahpahaman pihak-pihak tertentu dalam menghadapi Pilkada ini, ungkap UJK.

Sementara menurut pantauan wartawan, tumpukan Sembako tersebut di cek langsung oleh Ketua Panwaslu Kabupaten Kampar, Martunus Rahmat, S.Ag didampingi Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan dan didampingi pihak kepolisian.

Secara satu per satu bungkus Sembako tersebut diperiksa. Dalam bungkus berwarna hitam tersebut didapat sembako berupa beras, minyak goreng dan Supermi tanpa ada atribut atau gambar salah satu Paslon bupati/wakil Bupati Kampar.

Setelah melihat realita di lapangan, Panwaslu langsung mengadakan rapat bersama Sentra Gakkumdu. Hingga berita ini diterbitkan, hasil rapat Sentra Gakkumdu belum diketahui. (**)