Kadiskan Kampar Minta Petani Keramba Agar Selalu Waspada

0
1063

Bangkinang Kota(auramedia.co) – Sudah 3 hari beberapa daerah di Kabupaten Kampar dilanda banjir. Hal ini disebabkan oleh tingginya debit air (Elevasi) di PLTA Koto Panjang, sehingga lima pintu air dibuka oleh operator (CRR) ruangan pengendalian air semenjak Jum’at (3/3).

Namun, sejauh ini masyarakat tampak lebih waspada dibanding tahun 2016 lalu. Hingga hari ini, dari data Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, baru satu keramba masyarakat yang hanyut dibawa oleh derasnya air Sungai Kampar. Akan tetapi, keramba yang hanyut tersebut sudah ditemukan dan diselamatkan oleh warga setempat.

“Dari data kami, baru satu keramba yang dibawa oleh arus Sungai Kampar dan itupun dapat diselamatkan,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Usman Amin kepada auramedia.co di Bangkinang (5/3).

Untuk menghindari besarnya kerugian petani keramba seperti tahun lalu, Usman menghimbau dan mengajak petani keramba agar selalu waspada dan mengikuti perkembangan kondisi air di PLTA. “Petani keramba harus berhati-hati, tanggap dan selalu memperkuat ikatan tali keramba agar keramba tidak dibawa hanyut oleh air,” himbaunya.(ndEz)