Yasir Tabano : Hati-Hati, Kampar Jangan Sampai Tenggelam

0
1400

BangkinangKota(auramedia.co) – Banjir yang melanda Pangkalan Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat dikarenakan curah hujan yang tinggi membuat tingginya debit air di Waduk PLTA Koto Panjang Kabupaten Kampar Riau.

Curah air hujan cukup tinggi tahun 2017 ini dibanding tahun 2016 lalu. Tahun lalu saat terjadi banjir di Kabupaten Kampar menimbulkan banyak kerugian materil masyarakat termasuk sejumlah keramba ikan yang hanyut. Namun, hingga kini tampaknya aman dan stabil kondisi sekitar aliran sungai Kampar tersebut.

Tokoh muda Kampar Ir. Yasir Tabano yang juga Konsultan Perencana Power Plant saat jumpa Pers, Sabtu 4/3, mengingatkan CCR (Central Control Room) yang biasa disebut ruang operator pengendalian banjir di Waduk PLTA Koto panjang profesional bekerja secara arif dan bijaksana. Keseimbangan debit air masuk dan pembukaan pintu air harus seimbang.

“CCR harus membuat tim yang selalu memonitor perkembangan air di setiap daerah yang berpotensi banjir. Mereka harus bersinergi dengan seluruh Stack Holder terkait dan masyarakat untuk selalu berkoordinasi agar keseimbangan debit air masuk dan air yang dibuka bisa dijaga dan tidak merugikan masyarakat,” ujar Ocu Yasir Tabano yang pernah bertugas di PLTU Suralaya 3×600 MW, Cilegon Banten.

Tokoh muda Kampar, Yasir Tabano bersama Ketua PWI Kampar, Aprizal, SE saat jumpa pers di Bangkinang
Tokoh muda Kampar, Yasir Tabano bersama Ketua PWI Kampar, Aprizal, SE saat jumpa pers di Bangkinang

“Dengan ini memerlukan data valid dari MOV (Katup/kran besar) yang bekerja secara otomatis. Nah, pertanyaanya sekarang, apakah kondisi MOV dan sistim instrumennya masih bagus atau tidak ?, tanyanya.

“Informasi ini perlu kita sampaikan karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak atau hajat hidup orang banyak,” tambahnya.

Menurutnya, tujuan Pak Saleh Djazid membuat PLTA adalah untuk menghindari banjir yang saat itu hampir setiap tahun sungai Kampar meluap atau banjir. Setelah PLTA ada, musibah banjir selama 22 tahun di Kampar tidak ada lagi. Kenapa setahun kemarin bisa banjir?, tanyanya lagi.

Yasir menegaskan operator jangan sampai salah ambil keputusan dalam melaksanakan tugasnya. “Hati-hati, Kamparjangan sampai tenggelam,” pungkasnya.(Aprizal)