Terkait Banjir, Kapolda Riau Tinjau PLTA Koto Panjang

0
815

Kampar(auramedia.co) – Sudah empat hari pintu Spill Way PLTA Koto Panjang dibuka. Pihak PLTA membuka pintu tersebut semenjak Jumat 3/3 dan hingga hari ini beberapa daerah di Kabupaten Kampar khususnya di hilir Sungai Kampar mulai Banjir.

Senin siang 6/3,Kapolda Riau Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara meninjau waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang tersebut.

Kunjungan Kapolda Riau turut didampingi Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamoji,Kasat Brimob Polda Riau Kombes Pol Pradah Pinunjul, Dirsabhara Polda Riau Kombes Pol Zulkifli, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK Rombongan Kapolda Riau disambut langsung Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK, Asisten I Pemkab Kampar Nurbit dan Manager Area PLTA Kotopanjang Sahminan Siregar.

Usai meninjau waduk PLTA, kepada wartawan Kapolda Riau menjelaskan, kedatangannya ke PLTA untuk melihat situasi dan kondisi yang real.

“Maksudnya adalah apakah ada potensi berbahaya kapasitas air yang disini sehingga misalnya harus dibuang dan berakibat misalnya warga kita khususnya di Kampar dan Pekanbaru disana mengalami banjir atau tidak. Jadi, Alhamdulillah, potensi itu masih bisa ditanggulangi,” ujar Kapolda Riau.

Dijelaskannya, kepentingannya datang ke lokasi waduk PLTA Kotopanjang tersebut untuk meyakinkan bahwa potensi untuk banjir dengan dibuangnya air dari DAM ini masih bisa dipertahankan agar tidak sampai banjir ke tempat permukiman warga di hilir.

Sementara itu, Manager Area PLTA Kotopanjang, Sahminan Siregar menjelaskan, untuk kondisi Spillway PLTA Kotopanjang saat ini berada di 1 meter bukanya.

“Antara air dengan yang masuk itu seminim mungkin kita kurangi. Artinya, kita sudah melakukan preventif dari sisi hulu, dari sisi hilir. Tapi tetap kita perhatikan sisi hilirnya dengan dampak yang kita lakukan pembuangan air tersebut dengan berkoordinasi Pemda, Polres dan Kodim didalam komunikasi ataupun penyampaian informasi kepada masyarakat sehingga resiko atau dampaknya itu kita minimalisir,” imbuh Sahminan.(ndEz)