Wagub Sumbar Panggil PLN Terkait Banjir dan Longsor di Limapuluh Kota

0
923

LIMAPULUH KOTA(auramedia.co) – Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengaku, segera memanggil pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Sebab, bencana banjir dan longsor tahun ini merupakan yang terparah dan menyebabkan 6 korban tewas.

Nasrul ingin mempertanyakan mengapa sejak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang dioperasikan, Kabupaten Limapuluh Kota kerap kebanjiran saat musim hujan. Diduga aliran beberapa sungai di Kabupaten Limapuluh Kota tersendat bendungan PLTA Koto Panjang.

“Kita akan panggil PLN untuk rapat bersama, kenapa ini kok setiap tahun seperti ini, apa permasalahannya? Kita akan kirim tim teknis terlebih dahulu untuk melihat ke lokasi,” katanya, Selasa (7/3/2017).

Wilayah Kecamatan Pangkalan dan Kapur Sembilan Di Kabupaten Lima Puluh Kota, secara umum merupakan daerah tangkapan air. Ada beberapa sungai dan anak sungai, seperti Sungai Batang Mangilang, Batang Samo, dan Batang Maek. Sebelumnya, meskipun hujan turun berhari-hari daerah ini tidak pernah terjadi banjir besar.longsor r

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menyebutkan, banjir kali ini merupakan yang terparah karena ada 8 dari 13 kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian hingga 2 meter. Untung, genangan air cepat surut dalam satu hari, berbeda pada banjir awal Februari 2016 yang menggenangi rumah warga selama 3 hari 3 malam.

“Air sudah surut, saya juga sampaikan terima kasih kepada Provinsi Riau yang mau membuka penguras air kolam pembangkit listrik di Koto Panjang. Jadi air cepat surut dan alhamdulillah sekarang tidak lagi merendam rumah-rumah warga,” katanya.

Akibat banjir dan longsor di Limapuluh Kota, 25 sekolah diliburkan karena dipenuhi lumpur yang terbawa saat banjir pada Jumat 3 Maret 2017. Bencana banjir dan longsor juga menewaskan 6 orang, merendam ribuan rumah, perkantoran, rumah ibadah, sawah, dan perkebunan.(SNC/AMC)