Pengaktifan Suparman Masih Diproses Kemendagri

0
824

Jakarta(auramedia.co) — Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sumarsono mengaku hingga kini pihaknya masih memproses pengaktifan Suparman sebagai Bupati Rokan Hulu (Rohul). Suparman direncanakanya diaktifkan kembali setelah dirinya divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, atas kasus suap pembahasan RAPBD Riau 2014 dan 2015.

Demikian kata Sumarsono, yang saat ini menjabat sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta, di Jakarta, Selasa (7/3/2017). Menurutnya, proses pengaktifan Suparman akan memakan waktu sekitar dua minggu lebih.

“Proses pengaktifan, kurang lebih dua minggu sudah bisa selesai,” jelas Sumarsono.

Sebelumnya, Suparman dinonaktifkan dari jabatan Bupati Rohul setelah dirinya berstatus terdakwa, karena tersandung perkara suap pembahasan RAPBD Riau 2014 dan RAPBD Riau 2015.

JPU KPK sebelumnya menuntut Suparman dengan tuntutan 4,5 tahun kurungan. Menurut Jaksa, terdakwa terbukti secara sah dan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur pasal 12 huruf a Tahun 1999, dan didakwa Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Suparman juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta, subsider 3 bulan kurungan. Jaksa juga menjatuhkan pidana tambahan ke Suparman, berupa pencabutan hak politik untuk memilih dan dipilih.

Setelah menjalani beberapa kali persidangan, akhirnya Pengadilan Tipikor Pekanbaru memvonis terdakwa dua Suparman bebas dari segala tuntutan Jaksa KPK atas dakwaan melakukan tindak pidana korupsi. Namun demikian, pengaktifan Suparman terganjal dengan aturan, setelah Jaksa KPK mengajukan kasasi hukum ke Mahkamah Agung, dan hingga berita ini diturunkan Suparman belum diaktifkan sebagai Bupati Rohul.(RIC/AMC)