Pasca Banjir di Kampar, BPBD Mestinya Punya Data Akurat

0
880

Bangkinang Kota(auramedia.co) – Banjir yang melanda beberapa desa di Kabupaten Kampar khususnya di sekitar aliran Sungai Kampar beberapa hari lalu, menimbulkan cukup banyak kerugian, baik kerugian moril maupun kerugian materil masyarakat Kampar. Pasaca banjir, Pemda Kampar mesti memiliki program dan kebijakan untuk membantu masyarakat korban banjir, terutama bagi mereka yang kehilangan sumber pendapatan ekonomi rilnya.

Langkah awal yang mesti dimiliki oleh Pemda Kampar adalah data akurat terhadap seluruh korban dan kerugian masyarakat akibat banjir  tersebut. Organisasi Perangkat Daerah (0PD) terkait, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mesti bekerja secara optimal terutama dalam pendataan terhadap segala bentuk kerugian yang diterima oleh masyarakat korban banjir tersebut. Terutama kerugian yang berhubungan dengan sektor ril pendapatan ekonomi masyarakat, seperti sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan infrastruktur sebagai kebutuhan utama masyarakat. Pemda mesti memiliki data berapa hektar lahan pertanian dan perkebunan masyarakat yang rusak, berapa ekor peternakan masyarakat yang mati, berapa kilometer jalan yang rusak, berapa unit jembatan yang runtuh dan kerugian-kerugian lain yang diakibatkan oleh banjir tersebut.

Berangkat dari data akurat itulah, kemudian masing-masing OPD membuat kebijakan dan program untuk membantu masyarakat pasca banjir. Dengan adanya program pasca banjir untuk masyarakat tersebut, maka banjir yang dapat mematikan sumber pendapat ekonomi masyarakat, dapat kembali teratasi oleh program sesuai kebutuhan dan tepat sasaran tersebut, ujar pengamat pembangunan masyarakat Kampar yang juga mahasiswa Pasca Sarjana Unand Prodi Pembangunan Wilayah dan Pedesaan.

Lebih lanjut Adi Jondri mengatakan, BPBD dan OPD diharapkan tidak hanya bekerja pada saat banjir melanda saja, tetapi melaksanakan program pasca banjir itu lebih penting untuk mengatasi sumber pendapatan ekonomi masyarakat korban banjir. “Jangan sampai banjir habis,BPBD dan OPD selesai pula bekerja untuk menangani banjir”, ungkap mahasiswa S2 ini.

Sementara itu kepala BPBD Kabupaten Kampar Santoso,MPd saat dihubungi oleh auramedia.co via ponselnya 08117501xxx belum bisa memberikan jawaban. (Aprizal)