Sepekan Sawah Terendam Banjir, Masyarakat Butuh Perhatian Pemerintah

0
1017

Kampar(auramedia.co) – Terkait banjir di Kabupaten Kampar tahun ini, terkhusus di Desa Pulau sarak, Kecamatan Kampar dan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah, membuat kekecewaan yang mendalam bagi masyarakat setempat.

“Kami menyayangkan pihak Pemerintah Kabupaten tidak ada yang datang menjenguk kami, sudah jelas kami masyarakat pulau sarak tidak di anggap oleh pemerintah provinsi riau khususnya Pemerintah Kabupaten Kampar. Satu minggu padi orang tua kami terendam banjir dan kami terancam satu tahun tidak makan beras, seharusnya pihak PLTA dan Pemerintah Kabupaten bertanggung jawab atas banjir ini,” ujar warga Desa Pulau Sarak, Ilhamsyah, Kamis(9/3).

Banjir yang berasal dari akibat luapan sungai kampar pasca di bukanya pintu waduk PLTA koto panjang beberapa hari yang lalu membuat lahan sawah masyarakat pulau sarak terendam banjir dan mengakibatkan padi yang selama ini dinantikan oleh petani sawah setempat terancam gagal panen.IMG-20170310-WA0002

“Banjir yang besar tahun kemarin kami juga gagal. Tidak ada sebutir beras pun kami dapat dari PLTA dan pemerintah kabupaten, sedangkan listrik dan pajak Masyarakat Pulau Sarak selalu tertib,” ujar Ilham.

Karena tidak adanya perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar terhadap banjir yang melanda lahan sawah masyarakat Desa pulau sarak, ia mewakili masyarakat pulau sarak dan meminta ganti rugi kepada dinas terkait. 

“Kami minta ¬†pemerintah agar bertanggung jawab dengan banjir yang melanda lahan persawahan kami, dan terkhusus kepada Dinas Pertanian supaya meninjau lahan persawahan kami yang saat ini terancam gagal panen” harap pemuda desa itu.(ndEz)