Syamsuar Berziarah ke Makam Datuok Tabano

0
648

Bangkinang (auramedia.co) – Bupati Siak, Syamsuar yang juga bakal calon Gubernur Riau, berziarah ke makam pahlawan Kampar, Datuok Tabano, Ahad (2/7) di Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang, Kampar.

Ziarah kubur yang juga dikuti oleh ribuan warga ini, sudah menjadi tradisi masyarakat turun menurun. Ini diadakan setiap perayaan hari raya enam yakni pada tanggal 8 Syawal. Bahkan, perayaan hari raya enam ini lebih meriah dibanding hari raya Idul Fitri 1 Syawal.

Sebelum menuju makam Datuok Tabano, Syamsuar bersilaturahmi dengan masyarakat sekitar di Masjid Al Mujahidin, Dusun Uwai, Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang. Menyampaikan beberapa pesan kepada masyarakat terkait pentingnya mengingat kematian.

Usai itu, barulah Syamsuar menuju makam Datuok Tabano. Lokasinya tidak berapa jauh dari masjid itu. Sesampai di sana, dipandu oleh seorang ustad, Syamsuar bersama peziarah lainnya memanjatkan doa. Semuanya terlihat khusuk.

Tidak hanya makam pahlawan Datuok Tabano, makan masyarakat lainnya juga dikunjungi oleh Syamsuar untuk berziarah. “Datuok Tabano ini adalah salah seorang pahlawan di Riau yang memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan,” kata Syamsuar di sela-sela ziarah kubur.

Sebagai mana diketahui, Datuok Tabano adalah seorang panglima perang di Kenagarian Lima Koto Kampar. Selama hidupnya, ia dikenal gigih melawan Belanda. Datuk Tabano memimpin rakyat Kampar dalam perang terbuka saat Belanda hendak masuk ke Lima Koto Kampar. Dia wafat pada tahun 1869.

Terkait dengan tradisi ziarah kubur pada hari raya enam ini, Syamsuar menilai hal ini sangat positif. Sebab, semua masyarakat setempat ikut berpartisipasi dalam hal ini. Sehingga perlu dikembangkan dan difasilitasi.

“Ini sangat bagus. Kita mendoakan keluarga dan saudara kita yang sudah terdahulu, agar diampuni dosanya. Ini juga momen bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah,” sebut Syamsuar.

Dia juga berpesan kepada masyarakat, untuk mempersiapkan diri dengan kematian. “Asal dari tanah, kembali ke tanah. Kita tidak tahu kapan kita kembali,” sebutnya. Dia juga berharap, tradisi di Kampar yang merupakan serambi Mekah Riau ini, menjadi contoh bagi umat Islam di Riau.

Syamsuar berharap, agar tradisi ini dapat dilestarikan, terutama oleh kaum muda. Sebab, ini juga akan bisa menjadi data tarik wisata rohani. Sehingga nantinya, tradisi ini tidak hanya disaksikan oleh masyarakat setempat, tapi juga bisa dilihat oleh masyarakat luar.

“Ke depan, bukan hanya warga Kampar bisa datang merayakan hari raya enam dan ziarah kubur ini. Mudah-mudahan menjadi iven wisata rutin,” sebut dia.

Saat ditanya jika dia terpilih sebagai gubernur nantinya, dia berjanji akan lebih menggalakkan tradisi ini. “Saya adalah pencinta wisata, termasuk wisata religi. Dan ini patut didukung. Saya harap, ini jangan hanya dilihat oleh warga Kampar Riau saja, tapi bisa dilihat oleh masyarakat mancanegara,” harap Syamsuar.

Dengan begitu katanya, mampu menopang usaha-usaha ekonomi kreatif masyarakat. “Kalau kita kembangkan dan dipromosikan, ini akan menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar,” kata dia.

(andesmen putra)