13 Titik Panas Muncul di Riau Sehari Setelah Kedatangan Presiden RI Jokowi

0
558
Helikopter Water Bombing memadamkan lahan yang terbakar

PEKANBARU (auramedia.co)– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau mencatat, ada 13 titik panas (Hotspot) muncul di Riau pada pantauan Senin (24/7/2017) pagi. Jumlah tersebut menyebar di enam kabupaten.

13 titik panas itu berada pada level confidence (Kepercayaan, red) di atas 50 persen. Sebarannya antara lain di Bengkalis, Inhil dan Dumai dengan masing-masing satu hotspot. Inhu satu hotspot, di Pelalawan ada tiga hotspot, serta paling dominan di Kabupaten Rohil sebanyak lima hotspot.

Dari jumlah itu, lima titik panas diantaranya berada dalam level confidence di atas 70 persen (berpeluang merupakan titik api, red), terdapat antara lain di Seberida Kabupaten Inhu, Pangkalan Kuras Pelalawan, dua titik di Bagan Sinembah Rohil dan satu titik di daerah Rambah Rohul.

Menurut data yang dirilis BMKG tersebut, 13 titik panas di Riau mendominasi wilayah Sumatera pagi ini, menyusul Provinsi Sumut dengan jumlah hotspotnya mencapai 14 titik. Kemudian Aceh 10 hotspot (Level confidence di atas 50 persen, red).

Sedangkan di provinsi lainnya, antara lain Sumsel, Bengkulu dan Jambi dengan masing-masing delapan titik panas. Sumbar enam titik panas, Babel sebanyak empat titik panas, serta Kepri dan Lampung masing-masing satu titik panas.

Jika di total semuanya, ada 73 sebaran hotspot di Sumatera pagi ini. Sementara sehari sebelumnya (Minggu sore, red), titik panas hanya berjumlah tiga titik, di mana satu berada di Sumut dan dua lagi di Aceh. Disimpulkan, jumlah titik panas meningkat drastis pada Senin pagi.

Khusus di Riau, jumlah titik panas pada hari sebelumnya sempat nihil, tepat saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Pekanbaru dalam rangka memperingati hari anak nasional (HAN) dan mengecek pembangunan tol.

Sepulangnya Presiden, titik panas di Riau justru meningkat tajam, di mana pagi ini mencapai 13 hotspot, di mana lima titik diantaranya berlevel di atas 70 persen.

Dengan jumlah itu, Satgas darat dan udara pun bakal dibuat sibuk hari ini dengan upaya pengecekan lokasi serta operasi pemadaman, jika memang ditemukan adanya area yang terbakar. Ini merupakan langkah untuk meminimalisir terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karlahut). ***

(gr/auramedia.co/*5)