Pasien Keluhkan Pelayanan Puskesmas Rumbio Jaya

0
765

KAMPAR(auramedia.co) – Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Dedy Sambudi beberapa waktu lalu menyinggung buruknya pelayanan dibeberapa Puskesmas di Kabupaten Kampar. Ia menyebutkan bahwa apabila puskesmas tidak sanggup memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat silahkan mengajukan pengunduran diri.

Namun, peringatan tersebut nampaknya tidak di indahkan oleh salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Kampar, yakni Puskesmas di Rumbio Jaya.

Hal ini diungakapkan oleh salah satu wartawan media online yang bertugas di Kab kampar ED.

ED menyebutkan sangat disayangkan pelayanan puskesmas dirumbio jaya sangatlah tidak layak disebut puskesmas, pasalnya pada malam kemarin dirinya merasa kecewa terhadap oknum yang sedang jaga malam dipuskesmas tersebut.

“Kejadian bermula pada malam kemarin, istri saya mau melahirkan sekitar pukul 01:05 wib dini hari, namun bukannya melayani dengan baik, malahan saya mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Awalnya saya meminta istri saya dirujuk ke RSUD Bangkinang, ironisnya dengan jawaban yang tidak logis para penjaga malam tersebut menyampaikan bahwa tidak bisa membuat surat rujukan dikarenakan kertas habis,” terangnya kepada wartawan, Senin (31/7/17).

Dilanjutkan ED, setelah terjadi percecokan mulut dengan perawat, akhirnya surat rujukan tersebut bisa dikeluarkan oleh pihak puskesmas, namun lebih ironisnya lagi, pada saat kendaraan ambulance puskesmas akan dipakai untuk menuju RSUD, oknum petugas jaga malam tersebut menyampaikan bahwa minyak mobil tidak ada.” Mereka berdalih agar saya memberikan uang transpor untuk mereka,” ulasnya.

Disamping itu, ED mengatakan aksi mereka tidak sampai disitu, pada saat itu istrinya yang sedang mengalami pecah air ketuban, hingga membuat dirinya kalut dan panik.

“Kalau sempat terjadi sesuatu dengan istri saya dan anak saya bagaimana, siapa yang tanggung jawab,” katanya.

Dilanjutkan ED, pada saat itu dalam keadaan kalut baru saya menyampaikan bahwa saya adalah wartawan yang bertugas di Kampar, hingga akhirnya para parawat yang jaga malam itu ketar ketir untuk melayaninya.

Atas perlakuan oleh oknum perawat Puskesmas Rumbio Jaya tersebut ia meminta agar pemerintah Kabupaten Kampar agar lebih jeli mengevaluasi kinerja puskesmas yang berada di Rumbio Jaya tersebut.

“Kalau lama-lama dibiarkan bagaimana masyarakat menerima pelayanan yang bagus, bisa bisa nyawa jadi taruhannya.

ED Menambahkan bahwa, kejadian itu sudah didokumentasikannya dan sudah direkam.

“Saya dan pihak keluarga besar saya akan mencari cara menempuh jalur hukum atas tindakan yang sudah membuat saya dan istri saya kecewa atas pelayanan puskesmas tersebut. Upaya unsur pidana akan saya tempuh apabila di temukan,” pungkasnya.

(rls/Andesmen)