Sampaikan Hasil Rakernas I, SMSI Riau Gelar Rapat

0
647

PEKANBARU(auramedia.co) – Usai mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) pusat di Surabaya pada 26 Juli lalu. Ketua SMSI cabang Riau mengadakan rapat dengan jajaran pengurus, senin (31/7/2017).

Ketua SMSI Riau H Dheni Kurnia memaparkan bahwa dari hasil rakernas yang diikutinya di Surabaya, diminta kepada seluruh media online yang tergabung dalam organisasi tersebut, agar dapat mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk selanjutnya diajukan ke Dewan Pers. “Paling lambat 15 Agustus 2017,” kata mantan Ketua PWI Riau dua periode ini.

Berkas ini nantinya menurut Dheni akan menjadi kelengkapan pendaftaran organisasi SMSI di Dewan Pers. Diketahui, saat ini SMSI sudah memiliki kepengurusan di 27 provinsi, dan anggotanya di setiap provinsi antara 20 hingga 50 perusahaan media online. Hal ini sudah melebihi persyaratan minimum dari Dewan Pers.

Adapun beberapa persyaratan yang perlu dilengkapi oleh media online yang tergabung dalam keanggotaan SMSI, antara lain, Media online harus berbadan hukum tunggal (tidak digabung dengan usaha lain). Melampirkan copy akta pendirian PT/ badan hukum perusahaan media online. Melampirkan copy surat izin perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku (Contoh: SIUP). Melampirkan copy SK pengesahan dari Menkumham. Mengisi formulir pendaftaran. Pencantuman Penanggungjawab di box redaksi. Mencantumkan copy kartu UKW dari PWI untuk penanggungjawab. Pencantuman pedoman media siber di masing-masing media online.

Dr H Syafriadi yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat SMSI Riau pada kesempatan yang sama, menjalaskan hal-hal yang harus diperhatikan pengelola media online untuk melengkapi berkas verifikasi.

Menurut Pak Haji, biasa dia disapa, berkas-berkas yang diperlukan sebuah media online ketika diverifikasi oleh SMSI, hampir sama dengan verifikasi oleh PWI. “Berkas-berkasnya hampir sama, dan langkah-langkahnya juga demikian. Nanti kalau rekan-rekan butuh bantuan saya, saya siap untuk membantu,” ungkap Pak Haji.

Ditegaskan juga, sebelum dewan pers memberikan mandat kepada SMSI untuk memverifikasi media siber yang menjadi anggotanya, kewenangan tersebut masih dipegang oleh Dewan Pers.

“Yang berhak memverifikasi media online menjelang diterbitkannya surat keputasan dewan pers kepada organisasi media siber (SMSI) adalah dewan pers sendiri. Nanti kalau organisasi seperti SMSI sudah menjadi konstituen dewan pers, dan dewan pers telah menyerahkan mandat kepada SMSI, maka verifikasi akan dilakukan oleh SMSI terhadap anggotanya,” terangnya.

Sementara Eka Putra Nazir dari Departemen Pengembangan Daerah SMSI Pusat yang turut hadir dalam rapat tersebut, mengungkapkan beberapa hal yang dibahas pada Rakernas SMSI di Surabaya. Di antaranya mengenai pergantian logo SMSI.

Menurut Eka, sejumlah pengurus sudah mengajukan rancangan logo baru SMSI, namun belum menemukan kesepakatan final. “Dalam rakernas kita juga bahas pergantian logo. Saat itu kita sudah dapat 5 rancangan logo baru, tapi belum disepakati mana yang akan dipakai,” ujarnya.

Ditambahkan Eka, untuk tidak menimbulkan kebingungan kepada anggota SMSI, sebelum logo baru ditentukan, setiap media online masih dapat menggunakan logo lama untuk berbagai keperluan.

Dalam rapat tersebut Ketua SMSI Riau juga mengumumkan sejumlah pergantian pengurus di tingkat Provinsi Riau. Hal itu dikarenakan ada sejumlah pengurus yang menarik diri, maka perlu di tunjuk yang baru sebagai pengantinya.

Dikatakan juga, awalnya media online yang tergabung dalam SMSI Riau mencapai seratusan media. Namun, setelah didata jumlah tersebut mengerucut menjadi 63 media online. Dari jumlah tersebut, baru 20 media yang sudah melengkapi berkas persyaratan keanggotaan.

(mcr/aura/*3)