Dinas PPKBP3A Gelar Sosialisasi KB

0
481

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Kampar menggelar kegiatan perlindungan hak reproduksi individu dengan mensosialisasikan KB (Keluarga Berencana) pasca persalinan dan pasca keguguran.

Kegiatan ini dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni di kecamatan Kampar Utara, Rumbio Jaya dan Kuok. Kegiatan di kecamatan Kuok dilaksanakan Sabtu (19/8/17), yang dilaksanakan di Balai Penyuluh Keluarga Berencana Kuok. Untuk di kecamatan Rumbio Jaya dan Kampar Utara telah dilaksanakan pada 4 Mei dan 20 Juli 2017 lalu.

Sosialisasi KB Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran di Kecamatan Kuok, Sabtu (19/8/17), di buka secara resmi oleh Kabid KB DPPKBP3A Kabupaten Kampar drg. Awal Haenniwati mewakili Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kampar Edi Afrizal. Hadir pada kesempatan tersebut Kasi Pembinaan dan Peningkatan BerKB DPPKBP3A R. Nurmayati Br S, SE, pejabat di DPPKBP3A, Kecamatan Kuok, dan narasumber.

Peserta sosialisasi setiap kecamatan sebanyak 14 orang yang terdiri dari Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Bidan Desa, Kader KB dan pasangan usia subur (PUS). Narasumber yakni dokter spesialis kandungan Dr. Arvan, SPOG, dan Susilawati, SKM, MPH dari DPPKBP3A Kabupaten Kampar.

Kabid KB DPPKBP3A Kabupaten Kampar drg. Awal Haenniwati saat membuka kegiatan sosialisasi menyampaikan bahwa hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan petugas program KB-KR (Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi) di lapangan. “Kader diharapkan dapat memberikan KIE (Konseling Informasi Edukasi), tentang KB dan kesehatan Reproduksi termasuk kesehatan dan kelangsungan hidup ibu, bayi dan anak, ” harap Awal Haenniwati.

Kemudian peserta dari pasangan usia subur dapat mengatur kelahiran, menjaga jarak kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan melalui penggunaan alat/obat kontrasepsi setelah melahirkan dan setelah mengalami keguguran yang diberikan kepada ibu sebelum pulang dari rumah sakit (fasilitas kesehatan).

Sementara itu Kasi Pembinaan dan Peningkatan BerKB DPPKBP3A R. Nurmayati Br S, SE, selaku PPTK menyampaikan bahwa output (hasil) yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersosialisasinya KB persalinan dan pasca keguguran kepada para pengelola dan petugas program KB (PLKB, Bidan, Kader dan PUS). Sedangkan outcome yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan petugas tentang program KB-KR di lapangan dan kader dalam memberikan KIE tentang KB dan KR termasuk KB pasca persalinan dan pasca keguguran kepada masyarakat secara komprehensif.

Sementara itu narasumber Dr. Arvan, SPOG dalam paparan materinya menyampaikan tentang jenis dan metode KB persalinan yang terdiri dari, Metode Amenore Laktasi (MAL), kondom, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), Kontrasepsi Mantap (Kontap), Progestin (pil, injeksi dan implan), kombinasi pil dan injeksi.

Arvan juga menjelaskan apa yang menjadi tujuan keluarga berencana yakni agar pasangan usia subur hamil terencana sehingga keluarga berkualitas, tercipta ketahanan keluarga, keluarga menjadi sehat fisik mental dan sosial.

Saat sesi tanya jawab, peserta aktif menyampaikan pertanyaan terkait KB pasca persalinan dan keguguran ini. Semua pertanyaan dapat dijawab dengan baik oleh narasumber.

(hj/aura/*3)