Pemda Kampar Serius Gesa Percepatan Pembangunan, Bupati : RTRW Kunci Percepatan Pembangunan

0
565

BANGKINANG  KOTA(auramedia.co) – Dibawah kepemimpinan Bupati Kampar, H Azis Zaenal, SH, MH dan wakil Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, SH, Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar komit  menggesa percepatan pembangunan. Terbukti, beberapa waktu lalu, Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM dan Wakil Bupati Kampar Catur  lakukan rapat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kampar guna menentukan titik koordinat pengembangan pembangunan di Kabupaten Kampar.

Rapat tersebut guna pengusulan terhadap berbagai pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar nantinya sehingga tidak berbenturan dengan berbagai kebijakan baik dari Provinsi hingga ke pusat.

”Ini harus kita persiapkan sesegera mungkin, dengan bergerak cepat saya yakin target kita membangun Kampar dapat kita laksanakan, dan khusus untuk pengembangan objek wisata jangan tunggu APBD, karena ini untuk masyarakat juga, lakukan apa yang bisa kita perbuat,” tegas Azis.

Pada kesempatan itu, Bupati Kampar memerintah kepada Kadis Parawisata dan Olahraga Kabupaten Kampar, Syamsul Bahri agar segera laksanakan tahapan-tahapan untuk mengembangkan wisata yang ada. ”Wisata Ulu Kasok yang ada di XIII Koto Kampar saat ini sudah mendunia, jadi tunggu apalagi segera berbuat apapun yang bisa kita perbuat, dan ini tidak bisa Dinas Parawisata saja, silahkan berkoordinasi sama Kadis PUPR Indra Pomi agar nantinya kita datangkan alat untuk membangun sarana dan prasarananya, jangan tunggu APBD, jika kita menunggu APBD maka nanti kita akan ketinggalan terus, jika tidak ada anggaran kita gotong royong bersama begitu pula dengan air terjun Golamo,” ujar Azis.

Bupati Kampar, H Azis Zaenal bersama OPD terkait tinjau objek wisata ulukasok guna melihat kondisi dan mempercepat RTRW daerah kawasan PLTA Koto Panjang

Dijelaskannya, membangun parawisata alam seperti uluk kasok tersebut tidak perlu menunggu lama, yang penting berbuat, benahi apa yang perlu dibenahi, jika untuk masyarakat tidak ada masalah, tetapi harus jelas peruntukannya.ucap Azis

Azis Zaenal juga menyingung masalah Objek wisata Stanum yang sampai saat ini belum maksimal. ”Objek Wisata Stanum tolong dikaji ulang Perdanya, siapkan Tim kecil, jika perlu cabut perdanya, tarik assetnya dan akan kita terbitkan Perda baru, dan saya tegaskan seluruh kegiatan Pemda Kampar agar dilaksanakan di Stanum, disana ada penginapan, ada ruangan pertemuan, ada tempat pemandian kenapa tidak di maksimalkan, tata kembali dan kita bangkitkan lagi Stanum,” ujar Bupati yang selalu memikirkan kepentingan masyarakat ini.

Bupati Kampar, H Azis Zaenal bersama OPD terkait tinjau objek wisata stanum

Rapat yang juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Azwan, Kadis PUPR Indra Pomi, Kadis Perkebunan H Bustam, Kadis PMPTSP Ali Sabri, Kadis Perhubungan Hambali serta Camat se Kabupaten Kampar ini bertujuan agar pelaksanaan pembangunan tidak ada kendala dan disesuaikan dengan provinsi dan pusat serta dapat dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Kampar, Azwan mengatakan Momentum pembahasan RTRW Propinsi Riau yang saat ini sedang berjalan adalah waktu yang tepat untuk mengusulkan kawasan PLTA Koto Panjang dan objek wisata lainnya untuk dialihkan statusnya menjadi APL (Areal Penggunaan Lain/Areal Bukan Kawasan Hutan), untuk bisa dikembangkan menjadi objek pariwisata.

Disampaikan Azwan bahwa hal ini juga sudah dibicarakan dengan anggota pansus (panitia khusus) RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) DPRD Provinsi Riau dengan ditindaklanjuti oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar dan Tim dari Bappeda Kabupaten Kampar untuk menentukan titik koordinat objek-objek pariwisata unggulan yang sedang viral dan mendunia seperti Ulu Kasok, Candi Muara Takus, Danau Rusa, Gulamo, Pemanisan dan lain-lain untuk diajukan ke pansus RTRW. “Inshaa Allah tim pansus DPRD RTRW Propinsi Riau hari minggu ini akan langsung turun ke lokasi yang kita ajukan,” ujar Azwan.

Kepala Bappeda Kabupaten Kampar, Azwan

Menurut Azwan, Pemerintah Kabupaten Kampar dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kampar Azis-Catur menjadikan pariwisata sebagai program unggulan yang menjadi prioritas utama.

“Salah satu langka gerak cepat, beliau memerintahkan Kadis Pariwisata membenahi dan melengkapi prasarana pendukung objek pariwisata di PLTA tanpa harus menunggu dana APBD yakni akan diusulkan dari sumber dana lain yang tidak mengikat dan tidak melanggar aturan,” jelas Azwan.

Sebelumnya, Guna memacu percepatan pembangunan daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar juga sudah melaksanakan sosialisasi pengenalan tata ruang dan peran serta masyarakat dalam proses perencanaan penataan ruang di daerah. Sosialisasi dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kampar, Ir. Azwan M.Si di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Kampar.

Azwan menjelaskan, salah satu bentuk tata ruang Wilayah Kabupaten/Kota, secara detail (rinci) berisikan tentang; pengelolaan kawasan lindung dan kawasan budidaya; pengelolaan kawasan perdesaan, kawasan perkotaan dan kawasan tertentu, sistem kegiatan pembangunan dan sistem permukiman perdesaan dan perkotaan; sistem prasarana transportasi, telekomunikasi, energi, pengairan, dan prasarana pengelolaan lingkungan; penatagunaan tanah, penatagunaan air, penatagunaan sumber daya alam lainnya, serta memperhatikan keterpaduan dengan sumber daya manusia dan sumber daya buatan.

Bupati Kampar, H Azis Zaenal dan wabup Kampar, Catur Sugeng Susanto lihat kondisi Islamic Center Bangkinang beberapa waktu yang lalu

“Seharusnya menjadi pedoman untuk penetapan lokasi investasi serta menjadi dasar untuk penerbitan perizinan lokasi pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dan atau masyarakat di kabupaten atau di kota tersebut,” ungkap Azwan.

Selanjutnya Azwan mengakui bahwa triliunan rupiah uang dalam bentuk investasi tidak dapat di raih karena RTRW belum tuntas.

Azwan berharap pengesahan tata ruang tersebut bisa di sahkan provinsi Riau akhir Desember nanti,tutupnya.(Advetorial)