Puluhan Situs Bangunan dan Cagar Budaya di Riau Dilakukan Pemeringkatan

0
809

PEKANBARU (auramedia.co) – Puluhan situs bangunan dan cagar budaya yang diusulkan kabupaten kota di Riau akan dilakukan pemeringkatan. Penilaian dilakukan oleh tim yang dibentuk Dinas Kebudayaan Riau yang sudah bersertifkat nasional.

Yakni, OK Nizami jamil, Suwardi MS, Daryana, Temas Julhak. Melalui tim ini, usulan dari kabupaten kota akan dibagi dinilai diantaranya ada nantinya Surat Keputusan (SK) dikeluarkan dari kabupaten/kota. Kemudian ada juga SK dikeluarkan Pemerintah Provinsi.

“Untuk cagar dan bangunan yang dianggap memang layak diangkat ketingkat nasional bisa saja. Maka itu dilakukan pemeringkatan dulu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Riau Raja Yoserizal Zein, usai membuka acara pembahasan penetapan status cagar budaya di Hotel Grand Tulip, Senin (4/9/17).

Guna dari pemeringkatan tersebut, diantaranya soal tanggung jawab pemeliharaan. Sekaligus menginventarisir peninggalan benda-benda bersejarah yang ada di negeri lancang kuning ini.

Ada pun tiga kabupaten yang mengusulkan cagar dan bangunan bersejarah tersebut, yakni Indragiri Hulu ada 15 usulan. Khusus untuk cagar seperti makam Japura I, Komplek Makam Narasinga II, Komplek Makam Sultan Kasedengan, Komplek Makam Sultan Mahmud, Makam Keramat Pasir Kula (Makam Syech Abdu Rauf Singkili). Makam Raja Jumat dan Raja Muda Yusuf, Makam Raja Uwok serta Benteng Koto Lama. Sementara untuk bangunan cagar budaya yakni, Masjid Raya Peranap, Rumah Amir Nikmat Kelayang, Rumah Menteri Kerajaan Indragiri.

Kemudian untuk Kuantan Singingi, khusus untuk struktur cagar budaya. Yakni Sumur tua, Pintu gerbang (Gapura), Bekas asrama Jepang. Sementara untuk usulan bangunan cagar budaya, seperti Rumah Gadang dauk Bisai, Rumah Olaysyah, Rumah Gadang Datuk Sanguik, Rumah Gadang Datuk Juanso, Rumah Gadang Suku Chaniago Sentajo. Rumah Gadang Datuk Sinaro Garang, Masjid Jami Koto Pangean, Mesjid Tua Sentajo (Raudhatul Jannah), Istana Koto Rajo.

Sedangkan Rohul mengusulkan untuk bangunan cagar budaya Sekolah Belanda, Mesjid Tua Kunto, Kantor KPU, Istana Rokan dan Rumah Hulubalang, Rumah Dinas Wakil bupati (controleur).

“Sebelumnya kabupaten yang sudah mengusulkan yang sama yakni Siak, Kepulauan Meranti dan Bengkalis. Sama prinsipnya usulan masing-masing daerah ini dilakukan tim penilai yang sudah bersertifkat nasional kemudian kajian dan pemeringkatan,” ujar Yoserizal.

(MCR/auramedia.co)