Lokakarya Penataan Ruang Memperkuat Materi RTRW

0
665

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) –
Peningkatan kualitas rencana tata ruang adalah bagian penting dari persyaratan pembangunan daerah. Untuk itu lokakarya penataan ruang yang dilaksanakan oleh konsultan pelaksana Land Equity Internasional (LEI) pada proyek Program Perencanaan dan Pemetaan Partisipatif (PMaP#7) sangat strategis dalam mendukung pemerintah untuk memperkuat dan mempertajam materi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Apalagi mengingat RTRW Kabupaten Kampar yang saat ini masih dalam pembahasan dan belum disyahkan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar Ir. H. Azwan, M.Si saat membuka lokaraya (workshop) II penataan ruang yang dilaksanakan konsultan PMaP#7, Land Equity Internasional (LEI) dari Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-I) di aula Bappeda Kabupaten Kampar, Kamis (7/9/17).

“Lokakarya ini strategis dalam upaya memberikan masukan kepada pemerintah terkait RTRW,” ujar Azwan.

Lokakarya ini diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, pejabat di lingkungan Bappeda Kabupaten Kampar, Deputy Tim Leader LEI PMaP7, Imelda Sihombing beserta nara sumber Fakhrurazi, Hendrik, Mei Ardi, Hasan dan staf lainnya.

Disampaikan Azwan, bahwa pemerintah Kabupaten Kampar sangat mendukung pembangunan pariwisata. Pengembangan objek dan kawasan pariwisata menjadi salah satu prioritas pembangunan dimasa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kampar Azis Zaenal-Catur Sugeng Susanto.
Sementara itu saat ini masih banyak objek wisata di Kabupaten Kampar yang masuk dalam kawasan hutan. Untuk itu dengan adanya kegiatan PMaP#7 terutama di bidang penataan ruang ini bisa memberikan masukan dan mempertajam materi RTRW Kabupaten Kampar yang saat ini masih dalam proses pembahasan.

“Kita mengharapkan dengan RTRW yang baru nanti, objek wisata yang masuk dalam kawasan bisa dialihkan menjadi APL (Areal Peruntukkan Lainnya/Areal Bukan Kawasan Hutan) sehingga pemerintah bisa mengembangkannya,” ujar Azwan.

Sementara itu Deputy Tim Leader LEI PMaP7, Imelda Sihombing pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Lokakarya ini selain bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam memperkuat dan mempertajam materi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), juga untuk memperkenalkan perangkat-perangkat terbaru dalam pengelolaan dan pengolahan data spasial.

Kemudian juga untuk penguatan kapasitas pemerintah dalam pengelolaan kegiatan perencanaan pembangunan serta penguatan kapasitas dalam mengidentifikasi potensi dan peluang investasi yang ada di Kabupaten Kampar.

Pada lokakarya II penataan ruang ini, agenda yang disampaikan adalah bagaimana manajemen dan dokumentasi kontrak/kegiatan, mengubah data tabular menjadi data spasial, lanjutan identifikasi potensi lahan dan menampilkan hasil pemuktahiran peta tutupan lahan.

Kemudian narasumber Fakhrurazi menyampaikan bahwa data spasial sangat efektif untuk perencanaan. Kemudian semua data tabular dapat dispasialkan. Data tabular memiliki kelemahan yakni kesulitan melihatnya secara ruang, pemahaman data jadi sedikit berkurang, sulit untuk melakukan perbandingan. Sementara itu data-data spasial memiliki kelebihan, mudah melihat secara ruang, pemahaman secara ruang menjadi lebih baik dan dapat dilakukan teknik overlay antar data untuk kebutuhan analisa.

(Hj/ndez)