Biro Ilegal Beroperasi di Wilayah Kerja PLN Rayon Bangkinang

0
806

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) – Akibat banyaknya biro ilegal yang beroperasi di wilayah kerja PLN Rayon Bangkinang, banyak masyarakat yang dirugikan. Karena diberikan kilometer milik orang lain, masyarakat mesti membayar denda Rp. 7 juta lebih.

Kepada wartawan, (14/09) Tahyidin (43) di Bangkinang mengatakan, bahwa dirinya terkejut saat adanya petugas P2TL datang ke rumahnya pada hari Senin, 11 september yang lalu. Saat datang kerumahnya, petugas langsung memberikan pengarahan bahwa KWH yang dipindahkan dari rumah yang lama ke rumah yang baru merupakan kesalahan dan mesti membayar denda. Dengan memberikan selembar surat, petugas langsung memutuskan jaringan listrik ke rumahnya. Dan petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) menyuruh Tahyidin untuk datang ke kantor PLN Bangkinang me nyelesaikan persoalannya dan membayar denda atas kesalahan yang dilakukannya.

Berdasarkan berita acara hasil pemeriksaan P2TL Nomor 005097/APKB/P2TL/IX/2017 tanggal 11 September 2017 yang ditandatangani oleh petugas atas nama Doni Arianto dan Zulviri Antoni diterangkan bahwa ditemukan pelanggaran terdapat KWH meter Pasca Bayar terpasang tidak sesuai pada DIL (Data Induk Langganan). Sehingga petugas membongkar KWH tersebut.

Pada hari Kamis, 14/09 di kantor PLN Rayon Bangkinang, Tahyidin kepada manajer PLN Rayon Bangkinang, Amrizal menjelaskan, bahwa dirinya memasang kilometer melalui salah seorang biro yang bernama Kadir. Kepada Kadir, Tahyidin membayar Rp. 4 juta. Dan Kadirpun memasang KWH dengan nama Widia Wati Desa Tanjung Sawit. Namun pada 11/09 kemaren, petugas P2TL memutuskan KWH yang dipasang dirumahnya tersebut, ungkap Tahyidin.

Sementara manajer PLN Rayon Bangkinang, Amrizal mengatakan, bahwa Tahyidin telah melakukan pelanggaran. Tahyidin bahkan disebut Amrizal sebagai penadah barang milik negara. Dan Amrizal memerintahkan Tahyidin segera membayar denda sebesar Rp. 7 juta lebih sebagaimana yang tertulis dalam rekap.

Amrizal juga mengaku tidak mengenal Kadir. Bahkan Amrizal mendukung Tahyidin melaporkan Kadir ke pihak polisi agar bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut. Amrizal juga mengaku, bahwa tidak ada biro atas nama Kadir yang menjadi mitra PLN Rayon Bangkinang.

Lain halnya dengan persoalan yang dialami oleh Alfianus Helmi warga Rt/ Rw. 018/006 desa Tanjung Sawit Kecamatan Tapung. Akibat salah mendapatkan informasi dari petugas pencatat KWH,Udin, dirinya memindahkan KWH miliknya dari rumah kontrakannya ke rumah miliknya. Sebelum memindahkan KWH, Alfianus terlebih dahulu menanyakan kepada Udin, apakah boleh dirinya memindahkan KWH atau tidak. Udin mengatakan tidak ada masalah. Sehingga dengan dibantu oleh Wahyu, Alfianus kemudian memindahkan KWH ke rumah miliknya.

Perbuatan Alfianus juga dihukum bersalah oleh P2TL. Dengan berita acara Nomor: 004390/P2TL RBKN/TA.17/IX/2017. Sehingga Alfianus mesti membayar denda sebesar Rp. 7 juta lebih.

Menyikapi perbuatan Syaifudin yang memberikan keterangan salah kepada pelanggan, Amrizal berjanji akan memberikan arahan kepada Syaifudin.
Sementara itu, ketua PWI Kabupaten Kampar, Aprizal, SE melalui media menghimbau, agar pihak PLN dan Instansi terkait dapat menertibkan menjamurnya biro ilegal yang beroperasi di wilayah kerja PLN Rayon Bangkinang. Sehingga masyarakat kita tidak banyak yang dirugikan, ungkap Aprizal.

(adi jondri)