Kondisi Memprihatinkan, SDN 022 Silam Butuh Perhatian Pemerintah

0
694

KUOK(auramedia.co) – Pendidikan merupakan salah satu modal yang sangat penting untuk menjalani kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya pendidikan yang bagus, masyarakat bisa mengetahui berbagai macam informasi, bisa mendapatkan pendidikan moral, kedisiplinan, agama, sosial dan masih banyak lagi yang bisa Kita dapatkan.

Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia memang tidak ada habisnya. Berbagai masalah yang menghambat proses pendidikan di suatu daerah masih sering muncul. Masih kurangnya sarana dan prasarana.

Sarana dan prasarana ini meliputi gedung sekolah beserta isinya, serta peralatan-peralatan sekolah yang menunjang proses belajar mengajar di suatu sekolah, atau lembaga tempat belajar. Sering kita lihat pembangunan gedung-gedung sekolah megah diperkotaan dengan fasilitas yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar. Namun hal itu akan berbanding terbalik ketika kita melihat keadaan yang sebenarnya di daerah terpencil, tidak ada fasilitas yang cukup memadai untuk menunjang kemajuan proses belajar mengajar yang mereka lakukan.

Seperti yang dirasakan oleh SDN 022 yang terletak di wilayah Desa Silam, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau ini. Kurangnya fasilitas yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar.

“Disekolah ini kami keterbatasan ruang kelas. Kami membagi ruangan menjadi Empat diantaranya ruangan belajar siswa, ruang guru, ruang kepala sekolah, serta ruangan UKS. Para siswa sudah mulai mengeluh dengan keadaan ini karena sudah berada pada tahun ketiganya ia diletakkan di ruangan tersebut,” kata Kepsek SDN 022 Silam, Hamdini S.Pd kepada auramedia, Jumat (16/9/17).

Ditambahkan Kepsek, proposal sudah berulang kali kami layangkan, bahkan dalam reses salah seorang Anggota dewan pun sudah kami sampaikan, akan tetapi belum ada pengertian dari pemerintah hingga saat ini,” ungkapnya.

Disamping itu berdasarkan pantauan wartawan, dilapangan masih ada ruangan belajar yang di bagi yakni ruangan kelas Empat yang dibagi menjadi dua dengan ruangan Ibadah serta ruangan kelas Enam yang dibagi dengan ruangan pustaka.

Para orang tua tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu. Rata-rata orang tua murid disekolah ini bekerja sebagai petani karet, apalagi beberapa tahun belakangan harga karet terus anjlok.

Di perkotaan, akses dari rumah ke sekolah sangatlah mudah. Bahkan banyak sekali transportasi yang dapat dipakai untuk menempuh jarak dari rumah ke sekolah. Inilah yang seharusnya mendapat perhatian dari pemerintah agar mereka dapat dengan mudah menuntut ilmu sama seperti yang lainnya .

Para guru yang mengajar di daerah inipun masih sangat minim. Sebagian dari mereka juga hanya bekerja sebagai guru honorer saja. Bahkan mereka pun hanya dibayar dengan gaji yang tidak sebanding dengan guru yang bekerja di perkotaan. Selain itu kurangnya informasi juga mempengaruhi dalam kegiatan belajar-mengajar di daerah terpencil. Mereka terkesan tertinggal dalam informasi-informasi tentang pendidikan yang mungkin sebagian besar sudah diberlakukan di perkotaan.

Sungguh disayangkan memang, mengingat pendidikan itu sangat penting sekali untuk masa depan seluruh umat manusia ke depannya untuk dapat memajukan Sumber Daya Manusia yang baik disertai dengan fikiran-fikiran yang inovatif.

Jumlah ruangan yang saat ini berada pada jumlah yang sangat sedikit yakni hanyalah memiliki enam ruangan sedangkan jumlah peserta didik yang masuk pada sekolah tersebut tiap tahunnya mengalami peningkatan.

Oleh karena itu, dalam hal ini, pemerintah perlu untuk turun tangan dalam melakukan pemerataan pendidikan, baik dari segi fasilitas, biaya, akses jalan dari rumah ke sekolah, pembangunan gedung sekolah yang memadai, serta mempermudah akses informasi tentang pendidikan dari perkotaan dan lain-lain.

(pjr)