Kebakaran Maut di Meranti, Korban Hangus Terbakar

0
291

PEKANBARU(auramedia.co) – Tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang melanda sejumlah rumah warga di Jalan Nusa Indah Gang Sempurna Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Sabtu (23/9/2017) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Api baru dapat dipadamkan beberapa jam kemudian.

Paur Humas Polres Kepulauan Meranti Ipda Djoni Rekmamora mengatakan, ketiga korban yang meninggal dalam kondisi hangus terbakar di antaranya Amei (30), dan dua anaknya Cintia (4) dan Aseng (1). Rumah mereka tidak memiliki listrik dan hanya menggunakan lilin serta lampu teplok.

“Di dekat kerangka korban Amei ditemukan anting miliknya, sedangkan di kerang Cintia ditemukan kalung. Namun, kerangka Aseng belum ditemukan hingga saat ini,” kata Ipda Djoni melalui selulernya seperti yang dilansir dari mediacenterriau.go.id, Minggu (24/9).

Peristiwa itu diketahui ketika Supriadi warga setempat √Ępulang menuju rumahnya di Jalan Nusa Indah. Setelah tiba, Supriadi membangunkan anaknya dan membawa masuk ke kamar. Saat itu, Supriadi melihat api dari rumah Kok Ho, yang ditempati anaknya, Amei, tepat di samping rumahnya.

“Saksi Supriadi mendengar suara teriakan minta tolong dari rumah korban (Amei). Kemudian saksi keluar rumah dan berusaha memadamkan api, tapi tidak berhasil dan api semakin membesar,” kata Ipda Djoni.

Tak sanggup sendirian, Supriadi berteriak memanggil warga sekitar untuk membantu memadamkan kebakaran tersebut. Namun karena keterbatasan alat, api tidak bisa dikendalikan dan semakin membesar sehingga menyambar rumah Supriadi dan tetangga lainnya, Ading.

Akibatnya, ketiga rumah korban pun langsung ludes dilahap si jago merah. Setelah rumah habis terbakar, barulah datang mobil pemadam kebakaran pemerintah setempat, dibantu personel TNI dan Polri serta masyarakat sekitar untuk memadamkan sisa api.

“Sekitar pukul 23.00 Wib, api berhasil dipadamkan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan identifikasi, di rumah Kok Ho ditemukan 2 jenazah ibu dan anak perempuannya. Diduga ada satu jenazah lagi, belum ditemukan, anak dari korban (Amei) juga,” ucap Djoni.

Saat ini, kedua jenazah ibu dan anak perempuannya itu sudah dibawa ke RSUD Selatpanjang untuk dilakukan identifikasi dan Visum Et Revertum. Sedangkan satu jenazah lainnya bernama Aseng umur 1 tahun, masih dicari petugas di antara puing-puing rumah yang terbakar.

“Diduga sumber api berasal dari dapur rumah Kok Ho. Kesehariannya, rumah Kok Ho tidak dialiri listrik dan hanya menggunakan penerangan lilin dan lampu teplok,” kata Djoni.

(nds)