Pemerintah Desa Danau Lancang Serius Kembangkan Ekonomi Masyarakat

0
637

TAPUNG HULU(auramedia.co) – Pemerintah Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu berkomitmen untuk mengembangkan perekonomian masyarakat. Hal ini bisa diwujudkan jika uang dapat berputar di desa itu.

Selama ini katanya, uang yang dihasilkan dari Desa Danau Lancang, mencapai Rp60 miliar per bulan. Terutama dari hasil kebun sawit. Namun, uang ini hanya sekadar mampir.

“Nah, sekarang ini kita buat agar 10 persen uang yang dihasilkan dari Danau Lancang, bisa berputar di sini,” kata Kepala Desa Danau Lancang, Azirman kepada auramedia di ruangan kerjanya, Senin (9/10/17).

Untuk mewujudkan itu, ada beberapa hal yang dilakukannya. Salah satunya mengembangkan potensi-potensi yang ada di daerah itu. Seperti potensi pertanian, perikanan, peternakan, perdagangan barang dan jasa.

Untuk pertanian katanya, saat ini ada lahan cabe sekitar 15 hektar, dengan jumlah 141.700 batang. Lahan ini terbagi di beberapa titik. Pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani.

Untuk bibit dan pupuk, dibantu dari keuangan desa. “Mudah-mudahan satu bulan ke depan bisa panen. Asumsi kita, panen nanti bisa mencapai 141 ton,” ujar Azirman.

Tidak hanya pertanian, perikanan juga dikembangkan di desa ini. Kata Azirman, saat ini sudah ada belasan keramba yang dikelola warga. Untuk pengadaan keramba ini, dibantu oleh dana CSR dari PT Surya Dumai sebesar Rp35 juta.

“Jadi sepuluh keramba dibantu perusahaan. Sedangkan pakan dan bibitnya kita bantu dari keuangan desa,” ujar dia.

Tahun depan, Desa Danau Lancang ini juga bakal mengembangkan potensi lainnya. Seperti peternakan sapi. Kemudian, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga bakal mengelola bengkel, dan merekrut tenaga kerja yang merupakan putra asli Danau Lancang.

“Banyak pemuda yang tidak hobi bertani, yang tidak hobi beternak. Tapi mereka memiliki keahlian di bidang perbengkelan. Nah, ini kita siapkan wadah mereka untuk mengembangkan diri. Apalagi di sini ada SMK jurusan otomotif. Ini kita tampung agar tak nganggur,” ujarnya.

Tak hanya itu, BUMDes nantinya juga akan mengembangkan bidang perdagangan barang. Seperti, berdagang hasil pertanian dan perikanan dari Danau Lancang.

“Jadi, kalau sudah lengkap di sini, pedagang ada, bengkel ada, petani ada, uang berputar di Danau Lancang. Orang tidak perlu lagi berbelanja di luar,” ujarnya.

Untuk ekonomi kerakyatan ini, Pemerintah Desa Danau Lancang menganggarkan 80 persen dari APBDes. Sebab, untuk infrastruktur sudah difokuskan pada tahun sebelumnya.

“Infrastruktur sudah, tinggal kita perbaiki ekonomi masyarakat. Target kita, tahun 2023, Desa Danau Lancang sudah bisa menjadi desa mandiri,” katanya.

Tak hanya itu, saat ini pihaknya tengah menjajaki peluang investasi di desa itu. Dan salah satu perusahaan sawit, berpeluang besar akan berdiri di desa ini. Jika terealisasi, BUMDes akan bekerja sama dengan perusahaan itu dengan melibatkan tokoh dan para kepala dusun.

Dia juga menilai, potensi pertanian, perikanan, mampu menghidupi masyarakat. Bahkan, penghasilannya bisa melebihi perkebunan sawit. Pertanian cabe contohnya, perlu diperkuat saat ini, sebab sebentar lagi sawit-sawit di Danau Lancang akan peremajaan.

“Ini ekonomi penyangga untuk masyarakat. Ketika sawit tidak lagi menghasilkan, ini yang kita persiapkan. Kalau tak ada penyangga, dari mana penghasilan masyarakat?” ujarnya.

Hal ini kata Azirman, juga mampu menghindari peningkatan angka kemiskinan. Bahkan, hal yang dilakukannya mampu untuk menekan angka kemiskinan. “Jadi kita jaga agar ekonomi tetap stabil, walaupun sawit tak menghasilkan lagi,” ujarnya sambil didampingi Babinsa Pelda TNI Irwanto, Pendamping Kecamatan dan Desa, Merizon Basri dan Kepala SMK LPM Danau Lancang, Mamat Rahmat.

(Nds)