Seribuan Warga Demo di Kantor DPRD Kampar

0
1508

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) – Seribuan warga Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir lakukan aksi demo di Kantor DPRD Kampar, Senin (9/10) siang. Mereka menyampaikan aspirasinya terkait permasalahan lahan dengan perusahaan perkebunan sawit PT SBAL.

Massa ini mendatangi kantor DPRD Kampar, sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka datang menggunakan ratusan sepeda motor dan mobil pick up. Dengan mengibarkan bendera merah putih, mereka berorasi di depan gedung bundar itu.

Di kepala para pendemo, dililit dengan kain berwarna hijau. Baik perempuan, maupun laki-laki. Mereka juga membawa spanduk ukuran besar berwarna putih. Di spanduk itu, ditulis dengan cat merah yang bertuliskan tuntutan mereka.

Tuntutan mereka antara lain, meminta untuk mengembalikan tanah masyarakat sekitar 1.500 hektar yang selama ini digarap oleh PT SBAL dalam bentuk pola kemitraan (KKPA). Kemudian, massa juga meminta pemerintah agar memeriksa HGU PT SBAL yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ukur ulang HGU PT SBAL yang diduga tidak sesuai berdasarkan izin HGU yang ditetapkan,” kata Sofyan, Kepala Desa Koto Aman, yang menjadi koordinator aksi tersebut.

Sofyan juga menyebut, PT SBAL telah lebih dari belasan tahun menggunakan lahan masyarakat. Masyarakat pun juga sudah berkali-kali meminta perusahaan untuk mengembalikan lahan itu. Tapi, tidak juga direspon.

Bahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan persoalan ini ke Pemerintah Kecamatan Tapung Hilir bahkan sampai ke Bupati Kampar. Namun, hasilnya masih nihil.

“Hari ini kami meminta kepada pemerintah agar menindaklanjuti persoalan ini,” kata dia.

Sofyan juga menyebut, perusahaan tersebut juga telah diduga merusak lingkungan. Seperti areal pinggiran sungai yang ditanami kelapa sawit.

“Kita harap, agar pemerintah tidak membiarkan persoalan yang sudah berlarut-larut, demi menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat Koto Aman,” ujarnya.

Dia juga menyebut, sebelumnya, warga ini juga pernah mengadukan persoalan ini ke DPRD Provinsi Riau. Namun, hingga kini belum ada jalan keluar. Mereka berharap, dengan mengadu ke DPRD Kampar dapat memberikan solusi.

“Ini yang melakukan aksi adalah warga Desa Koto Aman. Ada sekitar 600 jiwa merupakan pemilik lahan dan ahli waris lahan yang dikuasai perusahaan tersebut,” ujarnya.

Aksi mereka ini, disambut langsung oleh Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri. Pria yang akrab disapa Onga ini, terlihat terbuka dalam menyerap aspirasi masyarakat ini. Dia dengar keluhan-keluhan para pendemo.

“Awalnya kami sudah menerima laporan dari masyarakat. Akan tetapi kami sangka hanya kepentingan pribadi saja, karena pengaduan tersebut hanya perorangan,” ujarnya.

Dia juga mengaku, akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat ini. “Kita akan menindaklanjuti kembali perusahaan tersebut. Seperti apa dan berapa ukuran produksinya sesuai gak dengan HGU perusahaan,” kata dia.

Dia juga mengajak, agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin. Para masyarakat, diminta untuk bersabar. Sehingga nanti, tidak muncul persoalan lain. “Jadi, kita selesaikan agar tak ada pihak yang dirugjkan,” ujarnya.

(PJr)