Sebagian Besar Kades di Kampar Terkesan “Membangkang”

0
1782

BANGKINANGKOTA(auramedia.co) – Sebagian Besar Kepala Desa yang ada di Kabupaten Kampar terkesan membangkang dengan ketidakhadirannya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Study Banding yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kampar di di Taman Rekreasi Stanum Bangkinang, Jum’at malam (20/10/17).

Dari ratusan Kepala Desa di Kabupaten Kampar, hanya 9 Kepala Desa yang hadir mengikuti  pembukaan kegiatan Bimtek itu. Sepertinya para Kades di Kampar tidak mengindahkan himbauan Bupati Kampar untuk memamfaatkan kembali Taman Rekreasi Stanum.

Seperti yang pernah diberitakan tahun lalu, Bimtek yang diadakan di Bali yang menjadi pro kontra ditengah masyarakat, ratusan kades itu bersemangat menghamburkan Dana Desa di Pulau Dewata tersebut. Nah, sekarang DPMD memfasilitasi di Taman Rekreasi Stanum, namun para kades tak mau ikut kegiatan Bimtek itu.

Dimana Bimbingan Teknis (bimtek) dan Study Banding Peningkatan Kapasitas Kades dan perangkat desa se-Kabupaten Kampar tersebut secara resmi dibuka Bupati Kampar yang diwakili Staf ahli Bupati Zamzami.

Adapun para kades yang hadir pada acara pembukaan tersebut antara lain Kepala Desa Gading Sari, Bangkinang Kota, Kuok, Empat Balai, Silam, Tanjung Alai, Lereng, Buluh Nipis dan Sekdes Buluh Nipis.

Zamzami sebelum memberikan sambutan atau membuka secara resmi bimtek, memang sedikit bertanya-tanya menapa sudah pukul 21.00 wib, acara akan dimulai perserta dan undangan belum berapa persen yang hadir.

Akan tetapi Zamzami dalam sambutannya tetap memberikan motivasi kepada peserta untuk dapat mengikuti bimtek dengan baik, kerena bimtek tersebut meggunakan dana desa sendriri. Zamzami juga berharap semoga nantinya peserta bisa bertambah.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Kampar Ranayus mengatakan bahwa laporan yang diterima peserta kepala desa yang akan mengikuti bimtek sebelumnya 100 orang lebih, akan tetapi pada pembukaan hanya beberapa orang.

Ranayus berharap agar pada diklat yang dimulai pada tanggal 20-24 oktober nantinya peserta bisa bertambah, dan study banding yang dijadwalkan ke Gresik Surabaya Jawa Timur dapat dilaksanakan.

(Nds)