Ternyata, Ini Alasan Kepala Desa di Kampar Tak Ikut Bimtek

0
2323

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) – Ketidakhadiran ratusan Kepala Desa pada Bimbingan Teknis (Bimtek) yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kampar di Taman Rekreasi Stanum, Bangkinang, Jumat malam (20/10/17) menyisakan banyak tanda tanya ditengah masyarakat.

Bayangkan saja, dari 251 Desa yang ada di Kabupaten Kampar hanya 9 desa yang hadir pada pembukaaan Bimtek itu.

Ketua Forum Kepala Desa se-Kabupaten Kampar, Ulul Azmi, SH, MH angkat bicara terkait permasalahan ini. Menurutnya, Bimtek yang difasilitasi oleh Dinas PMD itu dibuat secara sepihak saja tanpa berkoordinasi dengan para Kepala Desa terlebih dahulu.

“Kami para Kepala Desa bukan tak mengindahkan intruksi Bupati untuk tempat pelaksanaan Bimtek di Stanum itu. Kami para Kepala Desa memiliki alasan-alasan tertentu untuk tidak mengikuti kegiatan Bimtek tersebut,” ujar Ulul Azmi kepada auramedia melalui via selulernya, Sabtu (21/10/17).

Kepala Desa Parit Baru itu menjelaskan, sebagian Kepala Desa tidak mau ikut kegiatan Bimtek itu dikarenakan lembaga yang melaksanakan sekarang adalah lembaga yang menelantarkan Kepala Desa di Bandung dan BPD di Lombok pada kegiatan Bimtek sebelumnya. Lalu, ditambah Dana Desa belum cair.

Lebih lanjut Ulul Azmi mengatakan, sebagian Desa saat ini lagi berkonsentrasi menghadapi Pilkades.”Jadi, kami bukan tak mengindahkan arahan Pak Bupati. Dalam hal ini Pak Bupati tidak pernah melakukan undangan ataupun surat tertulis kepada Kepala Desa. Hanya DPMD yang membuat surat Rakor yang intinya Bimtek dan rakor yang sudah dilaksanakan pada hari Selasa kemaren tidak menghasilkan keputusan apapun,” jelas Ulul Azmi.

Melalui media, Ia meyampaikan agar Dinas PMD jangan lagi melakukan intimidasi terhadap Kepala Desa. “Ini salah satu alasan Kepala Desa tak ikut Bimtek. Kami pengen tidak diintimudasi lagi, jangan digertak-gertak, jangan ditelpon-telpon oleh oknum dinas karena kami Kepala Desa ingin fokus bekerja dan tenang. Sebab pengawasan sudah tertuju kepda Kepala Desa,” bebernya.

“Alasan kami selanjutnya adalah pada tahun 2016 Alokasi Dana Desa di Kampar belum cair 30%. Kok Bimtek yang difasilitasi oleh DPMD ini, kok Bimtek yang disuruh cepat-cepat, dana aja belum cair,” kesal Ulul Azmi.

Ia menjelaskan, sebagian Kepala Desa merasa tertekan sebab dana belum cair tapi sudah disuruh Bimtek. Biarkan kami bekerja dengan benar dan tenang agar bisa membantu Pak Bupati untuk mengejar ketertinggalan daerah kita ini. Jangan main suruh Bimtek aja, dana kan belum cair. Ini kan sudah terintimidasi kami,” ucapnya.

Menurutnya, kegiatan Bimtek yang diadakan itu terkesan asal-asalan dan terburu-buru sebab Kabupaten Kampar saat ini sedang terfokus mensukseskan agenda Porprov. “Kami, Kepala Desa se-Kabupaten Kampar sudah komit untuk melakukan Bimtek dan Studi Banding usai pelaksanaan Porprov,” tutup Ulul Azmi.

(Nds)