Berikut Beberapa Kejanggalan Pelaksanaan Bimtek Kepala Desa di Kampar

0
1541

BANGKINANGKOTA(auramedia.co) – Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Kepala Desa se-Kabupaten Kampar yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kampar, Jumat (20/10/17), mendapat tanggapan dari Ketua Forum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Kampar, Sofiyan, SH, MH.

Menurutnya, Bimtek yang difasilitasi oleh Dinas PMD Kampar kali ini ada kejanggalan dalam hal surat undangan. Dimana surat tersebut memakai kop surat Sekda sementara nomor surat nya adalah Dinas PMD dan yang mengundang Bupati Kampar.

“Turut mengundang lagi Bupati Kamparnya ? dan dalam surat tersebut tidak dijelaskan sumber dana dan pelaksananya siapa ?” ujar Sofiyan kepada auramedia, Minggu (22/10/17).

Sofiyan mengakui, ada rekan Kepala Desa yang menghubungi dirinya. Dikatakannya, ada pejabat dari dinas PMD yang selalu menelpon Kepala Desa dan mewajibkan untuk mengikuti Bimtek. Nah hal ini kan sangat mengganggu aktivitas para Kepala Desa dalam melaksanakan kegiatan rutin nya.

“Apalagi sekarang Kepala Desa sedang dihadapkan dengan kegiatan penting yakni Pilkades dan menyusun APBDes-Perubahan,” ungkapnya.

Kejanggalan berikutnya, kata Sofiyan, lembaga yang melaksanakan Bimtek itu adalah ALPEKSI. menurut ketua ALPEKSI, beliau tidak tahu persis tentang pelaksanaan kegiatan Bimtek di Kampar, sehingga belum keluar yang namanya rekomendasi dari ALPEKSI itu sendiri, sedangkan sertifikasi Bimtek tersebut yang mengeluarkannya adalah ALPEKSI. “Kok bisa ya ?? kata Sofiyan sambil bertanya-tanya.

Menurutnya, Dinas PMD selaku pembina dan pengayom Pemerintah Desa janganlah memfasilitasi lembaga yang tidak jelas orang yang membawa nya dan mesti langsung adakan konfirmasi antara lembaga pelaksana dengan para Kepala Desa. Sebab kuasa anggaran dan pertanggungjawaban anggaran desa adalah Kepala Desa itu sendiri, bukan dinas PMD,” pungkasnya.

(Nds)