Avirath Pool Disebut Langgar Aturan Pobsi Kampar

0
1396

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) – Pasca didatangi oleh puluhan jemaah Masjid Islamic Centre, Avirath Pool and Cafe menjadi perbincangan banyak pihak. Bahkan, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pobsi) Kampar, turut menyoroti arena permainan biliar yang terletak di Jalan H R Soebrantas Bangkinang Kota ini.

Ketua Pobsi Kampar, Aziz Alatas menyebut, ada aturan Pobsi Kampar yang dilanggar oleh Avirat Pool and Cafe. Salah satunya mempekerjakan wanita hingga larut malam. “Ada enam wanita sebagai marka yang bekerja hingga malam di sana,” sebut Aziz di Bangkinang Kota, kemarin.

Dijelaskannya, aturan yang dibuat oleh Pobsi Kampar ini, sesuai dengan kearifan lokal. Di mana, Kampar adalah negeri Serambi Mekahnya Riau. “Ini yang menjadi pertimbangan bagi kita di Kampar ini,” sebutnya.

Selain itu, rumah biliar juga harus mengikuti aturan-aturan yang telah dibuat oleh induk olahraga biliar ini. Seperti dilarang berjudi, dilarang adanya aktivitas narkoba dan obat terlarang, serta dilarang membawa minuman keras.

“Kemudian, pengunjung juga tidak boleh membuat gaduh, apalagi keributan. Kemudian di Kampar ini, pengunjung dan petugas yang ada di biliar, juga harus mengenakan pakaian yang sopan,” sebutnya.

Tidak hanya itu kata Aziz, aturan mengenai jam operasional juga dibatasi. Rumah biliar hanya boleh dibuka hingga pukul 00.00 WIB. “Setiap atlet, dan pecandu biliar, wajib mengikuti ketentuan ini,” sebutnya.

Begitu juga dengan penyedia meja biliar, harus mengikuti aturan ini. Jika tidak mengikuti aturan tersebut, maka tidak diberikan rekomendasi dari Pobsi untuk beroperasi. “Avirath memang belum ada rekomendasi dari kita. Di Kampar ini, baru satu yang mendapat rekomendasi, yakni di Kumantan Zona Pool,” sebutnya.

Rekomendasi ini lanjutnya, diperpanjang setiap dua tahun sekali. Pemilik atau pengelola, juga wajib untuk menandatangi surat pernyataan untuk mengikuti aturan yang telah dibuat oleh Pobsi Kampar. “Artinya, kalau belum punya rekomendasi, tidak boleh beroperasi,” tegas Aziz.

Dia juga menyebut, sejauh ini, belum ada aturan khusus dari pemerintah terkait operasional penyedia sewa meja biliar ini. Baik itu Perda, maupun Perbup. Sehingga, untuk penyedia meja biliar, tidak memerlukan izin. “Yang perlu izin usaha itu hanya cafe, jika di tempat itu ada cafe,” katanya.

Sementara Direktur Avirath Pool and Cafe, Andre mengaku bahwa, sudah memenuhi aturan-aturan tersebut. Bahkan, aturan itu dipampang di pintu masuk ruangan. Soal izin, Andre juga menyebut, bahwa sedang diperpanjang.

“Tempat kita tidak boleh dikunjungi oleh anak di bawah umur. Bahkan, kita cek KTP mereka sebelum masuk. Apalagi yang pakai seragam sekolah, itu tidak boleh,” sebut dia. Di tempatnya kata Andre, juga tidak ada aktivitas maksiat, judi dan narkoba.

(NDs)