GPSM Minta Kemenag Kampar Mutasi “Ocu Yadi” Keluar dari Riau

0
4548

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) – Gugus Depan Pemuda Serambi Mekkah (GPSM) Kampar yang bermarkas di Islamic Center Bangkinang mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kampar.

Kedatangan GPSM ke Kantor Kemenag Kampar disambut Langsung Oleh Kepala Kemenag Kampar Drs H Alfian, M.Ag. GPSM yang di wakili oleh Firdaus dan rombongan meminta kepada Kepala Kemenag Kampar untuk menindak tegas terhadap Oknum PNS yang bernama Mulyadi.

Daus menyatakan Mulyadi telah mencederai hati umat muslim dan masyarakat Kampar dengan pernyataannya di sosial media beberapa hari lalu terhadap Ustadz Abdul Somad.

“Mulyadi ini seorang pengajar, harusnya dia memberikan contoh yang baik kepada murid-muridnya, apalagi ia mengajar di sekolah agama, dan ia juga seorang muslim. Akan tetapi ia justru menyebarkan ujaran kebencian di khalayak umum terhadap ulama,” ujar Firdaus, Selasa (12/12/2017).

Lebih lanjut, Firdaus menyayangkan sikap Mulyadi yang menurutnya telah ingkar janji dan tidak serius meminta maaf kepada masyarakat Riau, khususnya masyarakat Kampar atas penghinaan yang dia lakukan.

“Secara pribadi, dia memang sudah minta maaf kepada Ustadz Abdul Somad dan alhamdulillah Ustadz Somad memaafkannya. Akan tetapi, Mulyadi harus meminta maaf secara langsung kepada masyarakat atas penghinaan ulama yang sudah dia lakukan dan Mulyadi juga telah menggores hati masyarakat Ocu sebab dia telah memakai persukuan Ocu pada akun Facebooknya,” tegas Firdaus.

Untuk itu, Firdaus meminta kepada Kemenag Kampar untuk dapat mempertemukan GPSM dengan Mulyadi dan memfasilitasi agar Mulyadi bisa hadir untuk meminta maaf secara langsung di Markas GPSM untuk mengklarifikasi pernyataan maafnya terhadap masyarakat Kampar.

“Jika permintaan kami ini tidak diindahkan oleh Mulyadi, kami akan melakukan tindakan refresif dengan menyeretnya langsung ke Islamic Centre untuk meminta maaf dan meminta Kemenag Kampar agar memutasi Mulyadi keluar dari Provinsi Riau,” tegasnya

Sementara itu, Kemenag Kampar, Drs H Alfian, M. Ag berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini secepatnya. “Sampai hari ini, nomor seluler yang bersangkutan masih tidak aktif, kemungkinan beliau masih takut dengan permasalahan ini. Kami akan menyelesaikan permasalahan ini secepatnya,” ungkap Alfian.

(FLS)