Jelang Pelantikan, Ketua HIPMI Sumbar Terpilih Ditetapkan Jadi Tersangka

0
548

PADANG(auramedia.co)Penyidik akhirnya menetapkan M. Iqra Chissa, salah seorang calon KetuaHimpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumbar sebagai tersangka pemalsuan surat terkait digunakannya sertifikat Ditlatda yang diduga palsu.

Dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SPH2P) No.B/1906/XI/2017/Reskrim yang ditandatangani Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang Kompol Daeng Rahman disebutkan, sesuai laporan No.LP/2020/K/X/2017/SPKT UNIT III tertanggal 20 Oktober 2017, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi.

Selain saksi pelapor DS Zirsanjaya, ada belasan saksi lainnya yang dimintaiketerangan, terutama peserta Diklat pada 2015 di Kota Padang, termasuk ahli.Dari keterangan saksi dan bukti yang ada, penyidik kemudian meningkatkan status perkara tersebut dengan menetapkan M. Iqra sebagai tersangka.

Kapolresta Padang Kombes Chairul Azis yang dihubungi membenarkan pihaknya
meningkatkan status perkara tersebut ke tahap penyidikan, dan telah menetapkan terlapor sebagai tersangka.

Sertifikat tersebut digunakan M. Iqra sebagai salah satu syarat untuk pencalonan
Ketua Hipmi Sumbar dalam Musda beberapa waktu lalu. Sementara Iqra sendiri
diduga tidak mengikuti Diklat tersebut. Rencananya besok yang bersangkutan
akan dikukuhkan Ketua BPP HIPMI, Bahlil Lahadalia di Padang.

Musda untuk memilih pengurus baru periode 2017-2020 itu bahkan berlangsung hingga tiga kali. Pertama dan kedua di Padang, tetapi berakhir deadloch.Kemudian dilanjutkan di Padang Aro Solok Selatan pada akhir Oktober lalu.

Pengurus Hipmi Sumbar Yuta Pratama, Ikhsan Fausta Alinea, Dady Fatria dan lainnya serta Dewan Pembina Hipmi Vidi Dolvin tak kaget dengan status tersangka tersebut. Pasalnya dari awal pihaknya sudah mengingatkan hal tersebut, tetapitak diindahkan termasuk kepada pengurus pusat.

“Kalau proses hukum, tentunya kami serahkan ke aparat hukum,” ulas mereka di Padang kemarin.

Sementara M. Iqra yang dihubungi enggan berkomentar soal penetapan dirinya sebagai tersangka. Yang jelas katanya, tak ada hubungannya dengan pelantikan dirinya sebagai Ketua Hipmi Sumbar. S

Sebelumnya ia membantah menggunakan sertifikat bodong untuk maju dalam pemilihan Ketua BPD Hipmi Sumbar. Menurutnya, isu sertifikat bodong dihembuskan untuk menjegal dirinya terpilih sebagai ketua Hipmi.

“Saya pernah mengikuti Diklatda BPD Hipmi Sumbar. Sertifikat Diklatda yang dikeluarkan atas nama saya diterbitkan BPD Hipmi Sumbar dua tahun lalu, tepatnya 16 Oktober 2015. Jadi, apabila dikatakan Sertifikat Diklatda ini bodong, itu tidak benar,” katanya beberapa waktu lalu.

Sumber : kabarnagari.com