PLTA Dituntut Bekerja Profesional Atasi Banjir

0
2014

BANGKINANGKOTA(auramedia.co) – Curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir disisi hulu waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang berdampak pada besarnya inflow di waduk PLTA. Sebagian daerah di Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota pun mengalami banjir.

Besarnya debit air diwaduk PLTA tentu akan berdampak pada hilir waduk, lebih tepatnya di aliran Sungai Kampar.

Melihat hal ini, pihak PLTA membuat surat himbauan kepada masyarakat Kampar khususnya yang tinggal di aliran Sungai Kampar untuk selalu waspada, sebab sewaktu-waktu pihak PLTA bisa saja membuka pintu Spliway (pembuangan air-red).

“Sejauah operator yang bekerja di Central Control Room (CCR) waduk PLTA konsisten dan profesional, insyaallah banjir tidak akan terjadi terutama di Kampar,” ujar tokoh muda Kampar, Ir Yasir Tabano kepada auramedia di Bangkinang, Minggu (31/12/2017).

Pria yang juga Konsultan Perencana Power Plant itu menjelaskan, sekarang ini PLTA diminta serius dalam mengendalikan keseimbangan debit air. Mereka harus bersinergi dengan seluruh Stack Holder terkait dan masyarakat untuk selalu berkoordinasi agar keseimbangan debit air masuk dan air yang dibuka bisa dijaga dan tidak merugikan masyarakat,” jelasnya.

Katanya, perenanaan waduk PLTA khususnya Koto Panjang direncanakan untuk mengantisipasi banjir yang sangat besar.

“Waduk sudah terbangun dengan perencanaan yang matang. Kalau terjadi banjir berarti kelalaian pihak PLTA bukan dari pihak perencanaan/kontruksi,” sebut laki-laki yang juga pernah bertugas di PLTU Suralaya 3×600 MW, Cilegon Banten.

“Kalau hanya sekedar efek hujan, saya rasa tidak akan terjadi banjir,” tambahnya.

Yasir Tabano juga menjelaskan, sebelum proyek DAM itu dibangun yang diserahkan kepada BUMN Jepang, dalam hal ini perusahaan jepang telah konsersium dengan perusahaan-perusahaan, konsultan-konsultan internasional yang terkemuka dibidang DAM air seperti konsultan BUMN Jerman dan konsultan BUMN Belanda.

(Nds)