Pendidikan di Desa Terisolir Menjadi Sorotan Bupati Kampar

0
539

AURKUNING(auramedia.co) – Dalam kunjungan ke 9 Desa terisolir di Kampar Kiri Hulu, Bupati Kampar Azis Zaenal beserta rombongan yang menginap di Desa Aur Kuning melakukan dialog dengan masyarakat Desa Aur Kuning. Desa yang berada ditepian sungai ini memiliki jumlah kepala keluarga sebanyak 180 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 723 jiwa.

Desa Aur Kuning sendiri dengan kondisi saat ini hanya memiliki 1 SD dengan 3 lokal yang tidak layak dengan 9 lokal secara keseluruhan namun muridnya hanya 110 orang yang ditinjau langsung oleh Bupati Kampar Azis Zaenal.

“Dengan kondisi seperti ini saya minta kepala sekolah juga harus kreatif, harusnya perbaikan-perbaikan kecil dapat dilakukan dalam hal pemeliharaan bangunan sekolah jangan hanya menunggu seperti halnya pengecatan dinding sekolah itu dapat dilakukan secara mandiri bermodalkan cat satu ember dan semen satu sak minimal dapat membangun suasana belajar yang nyaman,” ungkap Azis, Sabtu (30/12/2017).

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke Desa Pangkalan Serai meninjau SD 016, dengan hanya beberapa lokal yang ada sekolah ini memiliki murid sebanyak 61 orang dengan 6 orang guru dan 1 kepala sekolah. Disini kembali azis melakukan dialog bersama kepala sekolah dan 3 orang guru serta mengisi buku tamu yang didalamnya tertuang motivasi dan harapan agar dunia pendidikan di pangkalan serai di optimalkan dengan cara bersama – sama dengan tenaga pengajar yang telah lulus sarjana untuk kembali mengabdi ke desa dan membangun sumber daya manusia di desanya.

“Semua masalah yang ditemui saat kunjungan ini menjadi catatan bagi kami, nantinya sepulang dari kunjungan kami akan melakukan rapat pembahasan dan melakukan perencanaan untuk evaluasi kedepannya, belajar mengajar harus disiplin, menjaga kebersihan sekolah dan usulan penambahan tenaga pengajar akan dilakukan penyesuaian jumlah guru dan kebutuhan dilapangan dengan melakukan pemerataan tenaga pendidik,” ungkap Azis.

Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi Bupati Kampar terutama bagi Dinas Pendidikan dan UPTD yang ada serta tenaga pengawas yang digaji untuk mengawasi dan melaporkan kondisi pendidikan dilapangan, yang seharusnya mereka turun kelapangan dan bukan kepala sekolah yang tiap seminggu sekali bolak-balik ke UPTD untuk memohon bantuan.

Sebelum meninggalkan SD 061 Desa Panggalan Serai, Azis merogoh saku pribadinya dan memberikan uang sebesar 500 ribu agar nantinya dapat dimanfaatkan untuk membeli cat tembok dan kepala sekolah dapat bergotong royong mengecat sekolah dan melakukan perbaikan ringan agar murid nantinya lebih nyaman kesekolah.(**)