Spillway Gate PLTA di Buka, Petani Keramba Mulai Khawatir

0
957

KUOK(auramedia.co) – Rutinnya hujan dengan intensitas ringan beberapa waktu belakangan ini berdampak pada tingginya debit air pada waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang 114 MW. Tentu hal ini membuat petani keramba yang ada dialiran Sungai Kampar mulai khawatir.

Dari pantauan auramedia di lapangan, Selasa (02/01/2017) terlihat beberapa orang petani keramba berada di Daerah Aliran Sungai Kampar Desa Pulau Terap, Kecamatan Kuok sedang waspada menjaga keramba dari ketinggian luapan air sungai kampar.

Sebagai mana diinformasikan pada pukul 13:00 WIB ini PLTA Koto Panjang akan melakukan Pembukaan Pintu Pelimpah (Spillway Gate) dengan kapasitas naiknya debit air sungai kampar 30 hingga 60 CM sebagaimana seperti diinformasikan pihak PLTA melalui surat himbauannya.

“Kami khawatir terhadap tingginya dan derasnya air sungai ditakutkan terjadi seperti tahun yang lalu, yang mana kami mengalami kerugian yg cukup besar mulai dari banyaknya jumlah ikan yang mati hingga menyebabkan keramba di bawa oleh arus sungai,” ujar petani yang enggan menyebutkan namanya.

Tak hanya itu saja, Petani Keramba itu berharap kepada pihak PT.PLN Persero (PLTA Koto Panjang_red) mengerti dengan keadaan mereka yang dibawah waduk PLTA agar pada pelepasan air pada tahap berikutnya dikeluarkan secara bertahap jangan sampai seperti tahun kemarin lagi yang mana dikeluarkan dengan kapasitas yang cukup besar lagi.

Berdasarkan pantauan media dilapangan, saat ini tepat pada pukul 14:15 WIB terlihat tiga dari lima pintu bendungan telah dibuka oleh pihak PLTA Koto Panjang.

(PJr)