Jembatan Pisang Kolek Putus, 5 Desa di Rohul Terancam Terisolasi

0
711

ROKAN HULU(auramedia.co) – Curah hujan dengan intensitas cukup tinggi akhir-akhir ini menerpa sejumlah wilayah Kabupaten Rokan Hulu. Selain mengakibatkan musibah banjir, juga berdampak pada rusaknya sejumlah infrastruktur.

Salah satunya Jembatan Pisang Kolek. Akses penghubung Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam ke Kota Baru, Kota Raya, Muara Dilam, Pasir Indah, dan Pasir Luhur‎ putus akibat diterjang derasnya air.

Dikonfirmasi wartawan, Camat Kunto Darussalam, Ruslan SSos menyatakan, Jembatan Pisang Kolek ini putus sekitar hari Senin kemarin. Akibatnya, lima desa terisolasi. “Mereka terpaksa menggunakan perahu untuk ke ibukota kecamatan,” jelasnya, Rabu (3/1/2018).

Dirinya menambahkan, jasa perahu merupakan sarana masyarakat untuk menuju ibukota kecamatan maupun sebaliknya. Biaya transportasi yang harus dikeluarkan cukup mahal bekisar 30 ribu per orang ditambah sepeda motornya.

‎Lebih lanjut dijelaskanya, bukan hanya itu saja, hasil panen perkebunan masyarakat juga terkena dampak, dimana jarak yang ditempuh menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Ekadura menjadi lebih jauh, biasanya hanya ditempuh 7,5 KM, menjadi hampir 40 KM jauhnya.

Untuk itulah, Dirinya berharap kepada Dinas Terkait dapat segera memperbaiki jembatan Pisangkolek ini, agar perekonomian masyarakat bisa kembali lancar.

Diakuinya, ada dua jembatan lagi yang kalau tidak cepat diperbaiki akan bernasib sama, yakni jembatan sungai omang, dan bukit juragan yang kondisinya juga sudah miring.

Sementara, Lurah Kota Lama, Aly Yusuf, S.Sos mengaku, saat ini akses masyarakat untuk sampai ke desa sebrang itu harus menggunakan jasa sampan.

“Untuk harga sewa itu bervariasi, ada yang Rp10 ribu hingga Rp30 ribu paling mahal, tergantung dari beban yang dibawa,” imbuhnya.

Dirinya berharap pihak terkait agar secepatnya memperbaiki jembatan pisangkolek karena akan menyebabkan terganggunya akses tranportasi ke lima desa menuju ke Kelurahan Kota Lama.

Lebih lanjut dijelaskanya, tidak hanya jembatan pisangkolek saja yang terkena dampak dari banjir. Aly mengaku, sekitar 47 rumah di kota lama juga terdampak banjir dengan 249 jiwa penduduk disana.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada, dikarnakan debit air masih tinggi. Jaga anak-anak dari bibir sungai, jangan sampai ada korban jiwa.

“Simpan barang berharga ditempat yang aman, seperti ijzah dan surat-surat berharga lainya,” himbaunya.

‎Kepala pelaksana BPBD Aceng Herdiana, mengaku pihaknya sedang menyususn untuk rehabilitasi rekontruksi ke BNPB, dan menunggu rekom dari Gubernur Riau.

“Surat menyurat juga sudah kita siapkan, termasuk kajian bencana, kita tinggal berangkat setelah diteken oleh Bupati,” pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id