KPU Kampar Mencoklit

0
1128

BANGKINANGKOTA(auramedia.co) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten akan melakukan gerakan nasional Mencoklit yang telah di canangkan oleh KPU RI  secara serentak pada tanggal 20 Januari 2018.

Kegiatan gerakan coklit ini dilakukan untuk pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih. Kegiatan ini dilakukan melalui pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dari rumah ke rumah oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

Kegiatan coklit ini pun digaungkan melalui peresmian pada saat Bimtek Pemantapan Sidalih dilakukan Komisioner KPU RI di depan KPU Propinsi dan Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Wali Kota dan Wakil Wali Kota   Peresmian gerakan coklit dilangsungkan pada tanggal 3-5 Januari 2018 di aula Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Jakarta Selatan.

Menurut Ketua KPU RI, Arief Budiman, penggaungan coklit ini perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui adanya kegiatan coklit sehingga siap jika didatangi petugas. Selain itu, gembar-gembor sosialisasi coklit juga ditujukan untuk membangun semangat pemilihan umum dalam diri masyarakat sehingga ada kesadaran dan kepedulian untuk memverifikasi data diri secara mandiri.

“Kita harus memasyarakatkan gerakan coklit seluas mungkin sehingga ada kesadaran dari masyarakat bahwa dengan data diri mereka terdata maka menjamin bisa memberikan suara. Mereka juga merasa memiliki. Nanti sadar juga untuk ingin tahu ada atau tidaknya data diri mereka di daftar daftar pemilih tetap KPU,” ujar Arief Budiman.

Untuk itu, Ahmad Dahlan Devisi Program dan data KPU Kabupaten Kampar mengajak PPK dan PPS untuk menyebutkan kegiatan coklit ini perlu tersosialisasi dengan baik agar tidak menghadapi kendala berarti di lapangan, karena coklit sangat perlu dilakukan untuk menjaga agar seluruh warga yang masuk kriteri pemilih bisa menggunakan hak suara.

“Saya mengajak PPK, PPS untuk membuat sosialisasi gerakan mencoklit nasional di Kabupaten Kampar. Karena mencoklit ini samgat penting untuk menjaga agar seluruh warga yang masuk kriteria pemilih bisa menggunakan hak suaranya,” ujar Ahmad Dahlan di Bangkinang, Sabtu (06/01/2018).

Ahmad Dahlan juga menambahkan untuk kriteri yang bisa memilih salah satunya wajib memiliki e-ktp. “Untuk itu kita himbau agar masyarakat Kampar memperhatikan dirinya, keluarga, atau kerabatnya, apakah sudah memiliki e-ktp? Jika belum tinggal mengurus di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) atau tinggal meminta surat keterangan dari Disdukcapil dan datang ke TPS dengan membawa surat tersebut yang disertai Kartu Keluarga,” jelasnya.

Kegiatan mencoklit secara serentak ini di Kabupaten Kampar akan di ikuti oleh 5 orang Komisioner 105 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), 750 Panitia Pemungutan Suara ( PPS) dan 1323 Petugas Pemuktakhiran Data Pemilih ( PPDP) yang tersebar di 250 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Kampar masing akan mencoklit 5 rumah pada hari yang sama.

(DWs)