Aktivis Kampar Kutuk Kampus UP Tuanku Tambusai

0
3501

BANGKINANGKOTA(auramedia.co) – Mahasiswa Kampar bakar ban di depan gerbang pintu masuk Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Bangkinang. Aksi tersebut dilakukan karena sikap kampus yang diduga tidak mengikuti aturan dalam memberhentikan mahasiswa. Kampus juga dinilai telah membungkam hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan berpendapat.

Orator aksi, Eed kepada wartawan menegaskan, sikap kampus yang berani memberhentikan dan mengancam mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dan berpendapat merupakan sikap arogan dan kurang ajar. Kampus UP Tuanku Tambusai mesti belajar dan memahami aturan dan undang-undang dalam menyampaikan berpendapat.

“Saya mengutuk perlakuan kampus yang semena-mena terhadap mahasiswa,” ungkap Eed.

Sementara itu, aktivis Kampar, Riyan kepada wartawan mengaku, bahwa kampus Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai telah mengancam mahasiswa yang menyampaikan pendapat dan aspirasi pada tanggal 08 Januari 2018 yang lalu.

“Karena sikap kampus yang semena-mena, makanya hari ini kita turun kembali ke jalan untuk menyuarakan aspirasi. Kita menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya, pertama, stop kriminalisasi mahasiswa; kedua, cabut surat DO mahasiswa yang tidak suai prosedur, ketiga, tegakkan cita-cita bangsa sesuai UUD 1945 dan Pancasila; keempat, kembalikan hak demokrasi mahasiswa UP Tuanku Tambusai; dan menuntut Pemda untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi,” ungkap Riyan.

Sementara itu, Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai belum bisa di hubungi hingga berita ini ditulis. Menurut Satpam, Abral Efendi kepada wartawan dari balik pagar mengatakan, bahwa bapak berada di atas.(**)