Dirgahayu Kampar ke-68 Tak Cukup dengan “Cindu Gratis, Basiacuong dan Tarik Tambang”

0
695

Selasa (6/2/2018), Kabupaten Kampar tepat berumur 68 tahun. Tentunya peringatan hari jadinya ke 68 tidak sekedar membawa ingatan pada masa lalu, bagaimana Kabupaten Kampar yang dikenal “serambi mekah” ini berdiri. Melainkan evaluasi terhadap masa lalu yang sudah dilewati guna kebaikan-kebaikan pada masa akan datang.

Senada dengan “Wal tandhur nafsun ma qaddamat li ghad”. “Perhatikan masa lampaumu untuk hari esokmu” (QS al Hasyr [59]:18). Sehingga tidak berlebihan kiranya saya membahas seberapa besar perbuatan, kebijakan dan kiprah para elit di negeri ini dengan penegasan bahwa tidak cukup dengan car free day dengan suguhan “sate dan cindu” gratis buat warga, lomba siacuong dan Tarik tambang dalam memaknai hari jadi Kabupaten Kampar ke 68.

Tulisan ini terlepas dari segala kepentingan dan status sosial. Tulisan ini atas keprihatian saya selaku putra Kampar yang turut serta secara dekat dengan bahu-membahu membangun naghoi kito. Sehingga jauh dari maksud menyudutkan pihak manapun karena saya sendiri selaku insan yang lemah.

Hasil pilkada yang mengantarkan bapak Aziz Zainal sebagai Bupati Kampar bagaikan hujan ditengah gurun yang tandus lagi gersang, harapan baru dibawah kepemimpinan bapak Aziz Zainal akan kemajuan Kampar sangat dirindukan tak ubahnya pepatah kampa “gaso manunggu amak tang pasau” yang penuh harap.

Belum genap setahun kepemimpinan bapak Aziz Zainal sehingga terlalu dini menyebutkan sebuah prestasi atau kegagalan, namun setidaknya di hari yang penuh nilai sejarah dan kesakralan ini hendaknya kembali kita mengingatkan bahwa begitu besar harapan rakyat Kampar akan kemajuan Kampar dari ketertinggalan bila dibandingkan dengan Kabupaten pecahan dari Kampar lama (Kab Rohul dan pelalawan). Menjawab harapan rakyat yang begitu besar tersebur maka Program andalan sang Bupati “3i” (Infrastruktur,Investasi dan Industri) diharapkan tidak hanya menjadi “jargon” memperindah kata dan pemanis janji kala kampanye yang pada akhirnya tiada mampu direalisasikan bagaikan “Tiga Zero” (Kemiskinan, Pengangguran dan Rumah kumuh) program Pak Jefrinur Bupati sebelumnya.

Tiada kita ragukan seorang Bapak Aziz Zainal yang telah malang melintang dan bahkan telah memimpin BUMN puluhan tahun dan dengan keberhasilannya dalam memimpin partai PPP Provinsi Riau untuk memimpin dan mengelola Kabupaten Kampar. Namun menjadi kewajiban bagi kita untuk selalu mengingatkan harapan rakyat Kampar “raso manunggu amak tang pasau” untuk kemajuan Kampar.

Kapabilitas “sang Bupati” pujaan rakyat dalam mewujutkan 3i (Infrastruktur, Investasi dan Industri) tidak boleh tergerus oleh agenda memenangkan salah satu Kandidat Gubri/Wagubri pada pesta demokrasi ini. Tidak kalah pentingnya juga , penyusunan Kabinet (para Kadis) yang memiliki Kapabilitas mewujudkan 3i menjadi faktor utama dalam keberhasilan program tersebut. Wajah-wajah lama yang tidak terbukti sukses dalam mewujudkan “tiga zero” sangat patut kiranya untuk dieliminasi dengan semangat kekinian #zaman Now#. Zaman dimana dibutuhkan efektivitas dan efisinsi yang akurat. Sehingga kapabilitas seorang Kadis yang mampu menjabarkan “3i” sang Bupati sangat penting kedalam action plan pada SKPD masing masing, bila perlu mengabaikan sekat golongan/kelompok “Air tiris kamudiok/kaulak” dan team sukses atau tidak. Kapabilitas akan menghasilakan lompatan pemikiran yang tidak selamanya bergantung pada APBD yang ada, melainkan sebuah lompatan yang jauh kedepan dengan mengembangkan potensi yang selama ini belum dikelola. Sebutlah seperti pariwisata yang sejalan dengan Visi dan misi Sang Bupati. Sehingga Kab Kampar tidak hanya menjadi perlintasan para wisata dari kota Pekanbaru ke kota Bukit Tinggi dan bahkan warga Kampar sendiri menghabiskan uang untuk wisata di kota lain.

Dirgahayu Kabupaten Kampar KE-68 dan teriring doa semoga Allah memberikan bapak Bupati kita kesehatan, Istiqomahkan hatinya selalu untuk kepentingan rakyat, dilindungi dari kelompok kelompok yang haus harta dan jabatan sehingga mampu memajukan dan mensejahterakan rakyak Kabupaten Kampar.

Oleh Aidil Ocu