Puncak Ranah, Magnet Bagi Penggiat Alam “Hunting” Menggapai Matahari

0
585

KOTO RANAH(auramedia.co) – Puncak Ranah dengan ketinggian ± 900 mdpl yang berada di kawasan hutan lindung Bukit Suligi, Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun, Rokan Hulu setiap harinya selalu diserbu oleh para penggiat alam bebas dan pendaki pemula untuk “hunting” atau berburu photo siluet matahari.

Puncak Ranah seakan menjadi magnet alam yang mampu menyedot ribuan pengunjung setiap bulan nya sejak dikelolah oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Komunitas Pecinta Alam Koto Ranah (KPA-KR) yang beranggotakan sekitar 50 orang. Pihak Pemerintahan Desa Koto Ranah sudah memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada Pokdarwis KPA-KR guna mengelolah Objek Wisata Puncak Ranah dengan diterbitkannya Peraturan Desa (Perdes) oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Koto Ranah.

Kepala Desa Koto Ranah, Safrizal mengatakan kepada auramedia di Base Camp KPA-KR Desa Koto Ranah, Sabtu (10/02/2018) bahwa sejak dikukuhkan tanggal 20/12/2017 tingkat hunian pengunjung sudah berkisar sekitar 2000-an yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Riau, bahkan sudah ada juga penggiat alam bebas dari Medan, Sumbar dan Yogyakarta yang sampai ke Puncak Ranah.

“Puncak Ranah termasuk dalam kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi, ada beberapa bagian tanah ulayat Desa Koto Ranah yang sudah diserobot oleh oknum perambah hutan dengan menanam bibit kepala sawit sehingga menyebabkan jalur pendakian menjadi longsor dan merusak pemandangan. Dalam waktu dekat ini kami, bersama dengan ninik mamak, BPD, pemuka masyarakat akan melaksanakan rapat untuk meminta ninik mamak selaku pemangku adat guna melarang oknum perambah hutan menyerobot lahan disekitar lokasi jalur pendakian”, ujar Safrizal.

Ditempat yang sama Ketua KPA-KR, Hablinur, ST menambahkan bahwa tanggal 22/02/2018 Mahasiswa dari Universitas Pasir Pengaraian (UPP) akan mengadakan kegiatan Kemah Bhakti di Desa Koto Ranah, serta akan mengadakan penghijauan di titik-titik longsor sepanjang jalur Pendakian Puncak Ranah dengan juga mengundang pihak Dinas Pariwisata Rokan Hulu.

“Demi menjaga keasrian lokasi wisata Puncak Ranah, kami membuat peraturan serta menghimbau kepada para pengunjung untuk tidak mencoret batu-batu dan pohon yang ada, membawa minum keras dan narkoba, membawa sajam, membuang sampah dan punting rokok sembarangan, berbuat asusila dan melarang laki-laki serta perempuan tidur dalam satu tenda”, tambah Hablinur yang pernah menempuh pendidikan di Universitas Bung Hatta, Padang.

Untuk sampai ke Puncak Ranah di butuhkan waktu 2-3 jam perjalanan dari Base Camp KPA-KR dengan melewati spot-spot yang unik. Jalur Pendakian dimulai dari Pos Sungai Samati Kiri selanjutnya melewati spot Batu Singkiu, Kayu Cunduong, Pendakian Sakonco, Lumuik Kasu, Batu Kembar Tak Jodoh/Batu Kombou, Batu Unciong, Batu Pelaminan dan Puncak Ranah ± 900 mdpl.

(M5F)