Cara Sri Mulyani Pacu Investasi Demi Mesin Ekonomi Lebih Merata

0
110

JAKARTA(auramedia.co) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan investasi menjadi penting agar ekonomi bisa tumbuh sesuai target dengan komposisi pertumbuhan ekonomi lebih merata serta tidak didominasi oleh satu mesin pertumbuhan, seperti konsumsi. Guna memacu investasi tersebut ada beberapa hal yang menurut mantan Direktur Bank Dunia penting dilakukan yakni pertama, simplifikasi regulasi dan policy.

“Itu yang kami dilakukan dengan mengurangi berbagai peraturan yang menghalangi dan kemudian menciptakan proses yang lebih singkat dan mudah. Itu single submission akan dilakukan, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi sangat penting,” terang Menkeu usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, seperti dilansir sindonews.com, Senin (12/2).

Kedua, terang dia dengan menggunakan insentif dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) secara lebih aktif. Dalam hal ini, dicontohkan seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin) harus melihat komposisi industri-industri mana saja yang memiliki potensi untuk mendapatkan intensif.

“Kita sudah melakukan review terhadap tax allowance dan tax holiday. Dari sisi pelaksanaan insentif pajak atau tax allowance dan tax holiday ini, apa faktor-faktor yang menjadi penghambat. Katakanlah, mereka mengatakan bahwa ada kriteria yang dianggap terlalu berat, seperti jumlah tenaga kerja yang harus diserap kemudian juga dengan nilai investasi minimal,” sambungnya.

Review yang dilakukan, menurut Menkeu, secara pragmatis dilihat kepada industri yang memang sudah mau berkembang, seumpama pengusaha tersebut pemain lama. Ia menambahkan termasuk di dalam persyaratan misalnya perusahaan itu harus memiliki badan baru, jadi PT-nya harus baru.

“Nah kita akan lihat kalau perusahaan ini adalah perusahaannya memang sudah akan melakukan ekspansi dan ekspansinya itu memang memiliki suatu nilai yang signifikan. Makadia bisa dipertimbangkan untuk mendapatkan (intensif),” tambah Menkeu.

Dari sisi skema allowance-nya, lanjut Menkeu, juga dimaksimalkan dari sisi peraturan perundang-undangan yang ada dengan memberikan satu kompensasi sehingga insentif buat pengusaha untuk investasi menjadi muncul, risiko menjadi lebih kecil, tapi return lebih tinggi, dan insentifnya menjadi lebih besar lagi. “Itu yang kita lakukan sekarang dan moga-moga nanti bisa selesai bulan depan,” pungkasnya.(**)