Nikmati Pesona Air Terjun Datuk Murai Kalam, Menambah Sensasi Berwisata di Puncak Ranah

0
659

KOTO RANAH(auramedia.co) – Dalam beberapa bulan terakhir Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun, Rokan Hulu, Riau, semakin diminati dan serbu oleh masyarakat terutama penggiat alam bebas untuk menikmati pesona siluet matahari serta gumpalan awan dari atas Puncak Ranah yang memiliki ketinggian ± 900 mdpl.

Selain Puncak Ranah yang berada dalam kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi, ternyata masih ada destinasi wisata air terjun yang layak dan mesti dikunjungi oleh para penggiat alam bebas. Air Terjun ini diberi nama Datuk Murai Kalam yang memiliki ketinggian jeram ± 30 meter. Air Terjun ini cukup unik karena air yang jatuh dari puncak air terjun harus melewati bebatuan cadas yang bertingkat-tingkat.

Bertempat di Base Camp Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Komunitas Pecinta Alam Koto Ranah (KPA-KR) Kepala Desa Koto Ranah, Safrizal didampingi oleh Pemangku Adat Datuk Kasindo menyampaikan kepada auramedia, Sabtu (17/02/2018) asal mula nama air terjun Datuk Murai Kalam.

“Dulu ada seorang datuk yang sedang mencari madu lebah sialang di sekitar lokasi air terjun, lalu kejatuhan buah durian yang menimpa datuk tersebut sehingga menyebabkan datuk tersebut tenggelam dilubuk air terjun”, terang Safrizal.

Ketua Pokdarwis KPA-KR, Hablinur, ST berkesempatan mendampingi kru auramedia, Ahad (18/02/2018) untuk melihat sensasi di Puncak Ranah serta melihat langsung lokasi air terjun dengan berjalan kaki ± 1 jam perjalanan mendaki serta menuruni lereng bukit dengan akses jalan yang curam serta ditumbuhi hutan belukar.

“Abang bisa lihat sendirikan kondisi jalan nya, sangat sulit untuk dilewati apalagi jika dalam kondisi hujan, sangat licin, untuk itu kami mengharapkan kepedulian dari pihak dinas/intansi terkait yang mau membantu sehingga akses jalan bisa menjadi mudah untuk di lalui oleh para pengunjung nantinya,” ungkap Habli.

“Dengan adanya objek wisata Puncak Ranah dan Air Terjun Datuk Murai Kalam ini kedepannya bisa memberikan manfaat dan dapat dirasakan hasilnya oleh pemuda serta masyarakat Desa Koto Ranah nantinya”, ujar Habli yang merupakan alumnus dari Universitas Bung Hatta, Sumatera Barat.

(M5F)